LAZISNU Banyuwangi Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Bayi Penderita Phymosis

Banyuwangi, NUOB – Tim Lembaga Amil Zakat dan Shodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Banyuwangi, segera melakukan evakuasi terhadap bayi bernama Bagus Sakti Mahardika pada Rabu pagi (20/6). Hal tersebut, dilakukan setelah mendapat laporan bahwa bayi berusia dua bulan tersebut, mengalami gangguan medis pada saluran kencingnya.

“Kami dapat laporan dari MWC NU Tegaldlimo, ada warga yang membutuhkan bantuan medis. Jadi, kami turun langsung untuk memantau dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Wakil Ketua PCNU Banyuwangi Arief Fauzi yang turut mendampingi.

Setelah dilakukan peninjauan di kediaman bayi tersebut, Tim LAZISNU segera memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. “Kami pantau langsung, ternyata memang layak dibantu. Secara ekonomi, keluarga bayi tersebut, masih di bawah garis pra sejahtera,” terang Arief.

Bagus sendiri merupakan putra dari pasangan Sujatmiko (27) dan Nur Hasanah (26). Ia merupakan warga Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo. Sehari-harinya, kedua orangtuanya hanya menjadi buruh tani dengan penghasilan yang tak seberapa. Bagus sendiri terlahir kembar. Saudara kembarnya bernama Bagas Sakti Mahardika.

 

Bagus beserta keluarga berada di ruang tunggu RSNU Banyuwangi

Sejak beberapa hari terakhir, Bagus mengalami sakit saat buang air kecil. Setelah diperiksa, ia harus mendapat penanganan medis. “Katanya dokter harus dioperasi. Tapi, kami tidak tahu harus mendapat biaya dari mana. Akhirnya, saya cerita ke pengurus NU,” ujar Sujatmiko.

Pada hari yang sama, Bagus pun segera dirujuk ke Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Banyuwangi. Sesampainya di sana, Bagus segera mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat. “Berdasarkan pemeriksaan dari dokter, Bagus menderita Phymosis, sehingga harus segera dikhitan,” terang Arief.

Sementara itu, Direktur LAZISNU Banyuwangi Irfan Afandi menyebutkan segala pembiayaan ditanggung oleh LAZISNU. “Sumber pembiayaannya dari hasil Kotak Infaq yang Ramadan kemarin kita kirab keliling Banyuwangi,” cetusnya.

Kedepannya, koin infaq tersebut akan digerakkan secara reguler dan sistematis. “Jadinya, LAZISNU mampu menggerakkan dana tersebut untuk pemberdayaan warga NU yang pengangguran maupun yang sakit,” pungkas Irfan. (ay)

Comments

comments

Check Also

‌Batalkan Agenda Liburan, PAC IPNU IPPNU Muncar Adakan Rutinan Aswaja.

‌Muncar, Banyuwangi – Agenda liburan tiap Ahad rekan rekanita PAC IPNU IPPNU Muncar sengaja dicancel …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *