LPBHNU Siap Dampingi Kasus Warga Miskin Secara Gratis

BANYUWANGI, NUOB – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU (LPBHNU) Banyuwangi kembali meluncurkan program unggulan. Kali ini, lembaga di bawah naungan PC NU Banyuwangi ini menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan gratis kepada warga miskin.

Pernyataan itu disampaikan ketua LPBHNU Ahmad Tedjo Rifai saat rapat evaluasi program kerja lembaga-lembaga pada Selasa (25/12) di aula PC NU Banyuwangi. Sejak dilantik, advokat yang tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini mengungkapkan komitmen lembaga yang dia pimpin terhadap persoalanhukum. Menurutnya, LPBH NU akan membumikan kesadaran hukum di tengah masyarakat. Hal itu dia mulai dari kalangan nahdliyin sendiri.

Salah satu yang kini tengah digalakkan yaitu pendampingan gratis kepada warga miskin. Tedjo menjelaskan pihaknya bersedia melakukan pendampingan hukum  tanpa imbalan sepeser uang pun kepada warga miskin. Hal ini berlaku kepada semua warga tanpa memandang latar belakang agama maupun suku. ‘’Asalkan mereka miskin, kami siap bantu lahir bathin,”ucapnya.

BACA JUGA : Peringati Hari HAM Sedunia, LPBHNU Gelar Bedah Buku HAM

Tedjo menyebutkan mereka  cukup membawa surat keterangan dari desa atau kelurahan setempat, serta harus melengkapi   keterangan dari Pengurus Ranting NU setempat. ‘’Çukup keterangan dari kades atau lurah. Juga stempel ranting NU,”jelasnya.

Menurut pria yang juga penghobi gadget ini, keterlibatan pengurus ranting dalam memberikan keterangan menjadi sangat penting. Menurutnya, hal ini agar pengurus memahami dan mengerti kondisi dan persoalan  yang sedang dialami warganya. ‘’Pengurus NU biar tahu, makanya harus ada rekom darinya,”jelasnya.

Tedjo berharap, langkah yang diambil LPBHNU ini bisa diikuti lembaga-lembaga hukum lainnya. Dengan demikian ketahanan dan akses warga terhadapa pelayanan hukum menjadi mudah dan sesua kaidah. ‘’Kalau mau diduplikasi, silakan,”terangnya.

Selain warga miskin, Tedjo menjelaskan, LPBH NU berkomitmen mengawal penuh setiap kasus atau persoalan hukum yang dialami warga terlait persoalan publik. Menurutnya, hal ini  menjadi bagian jihad kemanusiaan dengan membantu warga yang membutuhkan. Terlebih jika kasus itu menyangkut hajat hidup orang banyak. ‘’Tidak miskin akan tetap kita damping gratis, selama itu menyangkut masyarakat luas,”pungkas alumnus Pondok Pesantren Darussalam Blokagung ini. (*/jo)

Comments

comments

Check Also

LAZISNU Muncar Santuni Yatim- piatu di Haul Raden Darissalam

MUNCAR, NUOB – Tiada hari tanpa berbagi. Lembaga Amil Zakat dan Sodaqoh NU (LAZISNU) kembali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *