Melapas Masa Lajang, Kader NU Gunakan Logo NU Sebagai Mahar.

Giri, Banyuwangi – Kader Nahdlatul Ulama Banyuwangi Haris Budi Utomo, hari ini Ahad (21/7) resmi melepas masa lajangnya dengan mempersunting Muntama Khoir yang merupakan santriwati Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung Banyuwangi.

Ada yang unik dan istimewa dalam prosesi ijab kabul ke dua mempelai ini. Selain dihadiri jajaran pengurus NU Banyuwangi, mahar yang digunakan yaitu sebuah plakat logo organisasi yang dinaunginya yaitu Nahdlatul Ulama.

Namun plakat logo NU yang digunakan mahar itu terbuat dari sejumlah uang yang masuk dalam ijab kabul tersebut. Menurut Haris, dia sengaja mengunakan plakat logo NU untuk mahar pernikahanya.

“Karena saya menginginkan prosesi pernikahan sayapun NU hadir. Karena NU yang sudah membesarkan saya dan mendidik saya selama ini selain guru dan orang tua saya,” kata mantan Wakil Ketua PC IPNU Banyuwangi.

Haris Budi Utomo merupakan kader muda NU dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Dia memulai pengabdiannya di organisasi terbesar di Indonesia ini sebagai Sekretaris Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU Giri pada tahun 2010 lalu. Dan sekarang beretugas di Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh ( Lazisnu) Banyuwangi.

Hadir dalam acara ijab qobul tersebut, wakil Ketua PC NU Banyuwangi Arif Fauzi, Rois Surya MWCNU Banyuwangi KH Imam Baihaqi, Ketua PAC GP Ansor Giri Hadiyul Iqdam, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung Banyuwangi KH Ali Asiqin dan jajaran pengurus MWCNU Giri.

Wakil Ketua PC NU Banyuwangi Arif Fauzi berpesan agar Haris Budi Utomo tetap mengabdi kepada NU. Karena NU masih membutuhkan tenaga dan pemikiran kader-kadernya untuk membesarkan dan menjalankan roda organisasi.

“Saya berharap agar Haris bisa ikut membsarkan NU di daerahnya setelah menikah. Bisa membantu ranting NU ataupun MWCNU terdekat. Jika tetap ikut NU insyaAllah rumah tangganya berkah,” kata mantan Ketua PC IPNU tersebut.

Sementara itu, dalam Tausianya pengasuh PP Darussalam Blok Agung KH. Ali Asiqin meminta agar kedua mempelai membangun rumah tangga dengan baik dan saling menghargai. Karena hal itu yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Jangan pernah menyakiti hati istri. Karena ketika ijab kabul dilakukan berati siap menjalankan rumah tangga dengan baik. Ijab kabul itu adalah janji kepada Allah sehingga harus dipenuhi,” katanya.

Rois Surya MWCNU Giri KH Imam Baihaqi berpesan agar kepada ke dua mempelai tetap hidup rukun. Dan ikut berjuang menghiupkan NU di Kecamatan Giri.

“Saya mendoakan semoga mereka berdua hidup rukun hingga akhir hayat. Dan tetap ikut membesarkan NU khusunya di Kecamatan Giri,” kata dia. ( Rosuli/Sholeh)

Comments

comments

Check Also

Aklamasi Ketua MWCNU Tegalsari Terpilih, PCNU Banyuwangi Berikan Apresiasi

Tegalsari, NUOB – Konferensi MWC NU Tegalsari yang dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Huda, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *