Home Hikmah Ramadhan Menengok Isi dan Keindahan Kitab Nadzom Sullam Taufiq Karya Mbah Yai Hamid...

Menengok Isi dan Keindahan Kitab Nadzom Sullam Taufiq Karya Mbah Yai Hamid Pasuruan

38
0

NUOB – Di Pondok pesantren, biasa dipelajari kitab Sullam al-Taufiq karya Syekh Abdullah Bin Al-Husain Ba Alawi Al-Hadhrami (1778-1855). Kitab ringkas ini berisikan tiga pokok bahasan: tauhid, fiqh dan tasawuf.

Namun dalam perjalanannya, KH. Abdul Hamid, Pasuruan mampu menghadirkan Kitab Sullam at-Taufiq dengan tampilan yang baru, yakni dengan menadzomkannya agar mudah dihafal oleh para santri. KH Abdul Hamid Pasuruan, yang disebut-sebut sebagai salah satu wali tanah Jawa, menggubah isi kitab ini dalam bentuk puisi (nazham).

Kyai Abdul Hamid sendiri adalah salah satu dari sekian banyak ulama yang menggeluti sastra Arab, beliau alim dan terkenal di Indonesia, Kitab Nadham sulam Taufiq ini mencerminkan penguasaan beliau terhadap ilmu ‘Arudl secara matang. Kitab ini sebenarnya tidak pernah dipublikasikan oleh beliau sendiri, tetapi justru merupakan karya wijdan (temuan), yang ditemukan oleh putra beliau yaitu Kyai Idris Hamid, setelah beliau wafat.

Kitab tersebut dicetak bersama dengan terjemahnya oleh penerbit Lembaga Informasi dan Studi Islam (L’ISLam) Yayasan Ma’had as-Salafiyyah pada tahun 1435 H/2013 M.

Dalam cetakan tersebut, penerbit juga mencantumkan dua kata pengantar, yang pertama dari alm KH. MA. Sahal Mafudh, Rais ‘Am PBNU pada zamannya. Yang kedua dari putra penysun, KH. M. Idris bin Abdul Hamid. Selain kata pengantar, juga dicantumkan beografi singkat penulis serta untaian sya’ir tentang KH. Abdul Hamid karya KH. Aqib bin Yasin.

Mari kita simak Dr. KH. MA. Sahal Mahfudh mensifati kitab tersebut dalam kata pengantanya. Mbah Sahal berkata :

أَبْيَاتُهَا كَجَوَاهِرٍ … مَنْظٌوْمَةٌ مُرَصَّعَةْ
أَبْيَاتُهَا مِثْلُ الدُّرَرْ … مَجْمُوْعَةٌ مُلَوَّعَةْ
قَرَّتْ بِهَا عَيْنٌ إِذَا … نَظَرَتْ لَهَا مُلَمَّعَةْ
وَلَمْ أَجِدْ مِثْلًا لَهَا … إِذْ رُتِّبَتْ مُشَفَّعَةْ
مَنْظُوْمَةٌ عَذْبٌ فُرَاتْ … مَنْظُوْمَةٌ مُجَرَّعَةْ
شَرَابُهَا يَشْفِي الْغَلِيلْ … أَنْوَارُهَا مُسَطَّعَةْ
فَلَمْ أَجِدْ نَقْصًا بِهَا … بَلْ هِيْ أَتَتْ مُطَوَّعَةْ
بَلْ رَفْعُ نَاظِمْهَا أَتَى … لِذِرْوَةٍ مُرَفَّعَةْ
أَرْجُوْ لَهَا نَفْعًا بِهَا … دَعْوَاتُهُ مُسَمَّعَةْ
Yang Artinya sebagai berikut :

Bait-bait nazham kitab ini laksana untaian permata
yang tersususun dan terangkai rapi
Bait-baitnya bagai butiran mutiara
yang terhimpun indah nan memukau
Membuat mata sungguh terpesona,
tatkala memandangnya anggun berkilau
Tak pernah kutemukan semisalnya,
karena ia terangkai padu selaras
Sebuah nazham yang manakala diteguk
laksana air yang amat manis dan menyegarkan
Meminumnya menyembuhkan dahaga,
dan kilauan sinarnya menghamburkan cahaya
Tak kutemukan kekurangan di dalamnya,
bahkan ia hadir menaklukkan jiwa
Keluhuran penyusunnya telah mencapai puncak
yang teramat tinggi
Saya berharap semoga nazham ini berlimpah manfaat,
sebagaimana doa-doa beliau selalu didengar oleh Allah.

Kini, dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1441 H, Nahdliyin-nahdliyat dan para Santri di seluruh Indonesia bisa mengikuti Pengajian Kitab Nadzom Sullam Taufiq ini secara langsung via Online Live Streaming Halaman Resmi Facebook PCNU Banyuwangi yang disyarahi oleh H. Moh. Ali Makki Zaini, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi dengan penjelasan yang begitu rinci, lugas dan kontekstual sehingga sangat mudah difahami bagi para Santri.

Pengajian diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Srono setiap hari selama Bulan Ramadhan dimulai Pukul 16.00 WIb sampai selesai. Mudah-mudahan kita semua bisa mengikutinya dengan harapan mendapat Barokah dari Mbah Yai Hamid Pasuruan dan Ridho Alloh SWT, Aamiin. (nuob)