Home / Berita Nasional / Mengenang Munas NU di Lombok Zaman Gus Dur 

Mengenang Munas NU di Lombok Zaman Gus Dur 

Lombok Tengah, NUOB – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), bukanlah yang pertama kali digelar. Tapi, sudah yang kedua kalinya. Yang pertama dilaksanakan pada 1997 saat PBNU masih dipimpin oleh KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Acara yang berlangsung pada sekitar 20 tahun silam itu, ternyata masih begitu membekas dibenak Ketua Pusat LP Maarif NU KH. Arifin Zunaidi dan Ketua PWNU NTB Tuan Guru Taqiyuddin Mansur. Keduanya yang kala itu, menjadi ketua panitia pusat dan ketua panitia lokal itu, mengungkap kenangan tersebut, saat memberikan pengajian umum di PP. NU Al-Manshuriyah, Bonder, Lombok Tengah, NTB, Jumat (24/11).

Saat itu, Munas dilangsungkan di satu tempat. Yakni di komplek Pondok Pesantren …. yang kala itu diasuh Tuan Guru Bagu. Saat ini, dilanjutkan oleh TGH. Badaruddin, yang saat ini menjabat mustasyar PBNU.

“Kondisi lombok masih belum seperti saat ini. Jalannya masih becek. Pondok-pondok belum seperti saat ini. Pondok Tuan Guru Bagu yang jadi tuan rumah, bahkan masih beratap ilalang,” ungkap TG Taqiyuddin Mansur.

Tuan Guru Taqi, sapaan akrab Taqiyuddin Mansur, pun kaget saat mendengar kabar penunjukkan tersebut. Munas sebagai event Nasional yang dihadiri ribuan orang dari seluruh Indonesia, tentu saja membutuhkan tempat dan sarana prasana yang representatif serta persiapan yang matang.

“Saya kaget saat mendengar berita yang pertama kali disampaikan oleh Pak Arifin. Tapi, hal tersebut bukanlah penghalang. Kami yakin dengan kepercayaan yang diberikan oleh PBNU, NTB pasti bisa memenuhinya,” ujar pengasuh PP. NU Al-Manshuriyah tersebut

Kekagetan tersebut, juga dialami oleh Kiai Arifin Zunaidi. Ia kaget saat Gus Dur menunjuk Lombok jadi tuan rumah Munas. Ia yang saat itu, sedang bekerja sebagai konsultan UNDP di Lombok, tahu betul bagaimana “tak siapnya” Lombok untuk menjadi tuan rumah event Nasional saat itu. Tapi, Gus Dur bersikukuh dan berhasil meyakinkannya.

Keputusan Gus Dur untuk menunjuk Lombok sebagai tuan rumah Munas 1997 itu, cerita Kiai Arifin, bermula dari hal kecil. Saat pulang ke Jakarta di sela-sela tugasnya di Lombok, ia bertemu Gus Dur. Kepada cucu pendiri NU tersebut, Kiai Arifin menyampaikan pesan dari Tuan Guru Bagu. Saat menerima salam itu, Gus Dur langsung memutuskan Lombok menjadi tuan rumah Munas dan Konbes.

Setelah keputusan tersebut, kedua orang tersebut yang menjadi ketua panitia pusat dan lokal itu, berjibaku mempersiapkan acara. Tuan Guru Taqi sebagai panitia lokal menyiapkan lahan seluas 2 Hektar. Di lahan tersebut, dilengkapi dengan kamar mandi dan tenda-tenda untuk menyambut para tamu.

Namun, semua persiapan tersebut, masih belum ada dana yang turun dari panitia pusat. Bukan karena apa, tapi menurut Kiai Arifin,  pada saat itu, memang PBNU masih belum punya dana. “Saya laporkan keluhan panitia lokal itu, kepada Gus Dur. Jawaban Gus Dur saat pun enteng, saat ini, belum ada, tapi nanti akan ada uangnya,” ceritanya.

Hal tersebut, bisa dimaklumi. Mengingat saat itu, NU di bawah kepemimpinan Gus Dur, menjadi opisisi pemerintah, maka sangat sulit mengharapkan dapat bantuan dari pemerintah. Namun, permasalahan keuangan tersebut, dapat segera di atasi menjelang hari H. Selain dari iuran warga NU NTB, dana dari PBNU pun akhirnya turun.

Dalam pembukaan Munas dan Konbes saat itu, tak seorang pejabat pun di pusat yang diundang. Baik presiden maupun menteri. Pejabat yang datang hanya Tarmidi Taher yang mengaku datang hanya sebagai sahabat Gus Dur, bukanlah kapasitasnya sebagai menteri agama.

“Bagi Gus Dur, pejabat itu, di bawah ulama. Jadi tidak harus diundang. Jika ingin datang, silakan,” kenang Kiai Arifin.

Meski demikian, Munas tersebut tetap berlangsung meriah. Ribuan warga NU hadir di pulau seribu masjid tersebut. (ay/noe) 

Comments

comments

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Kiai Said Instruksikan Pengurus NU Ziarah ke Makam Pejuang NU

Jombang, NUOB – Menyambut Hari Santri 2019, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *