Home Kabar Nahdliyin MWC NU Glenmore Gelar Manajemen Generasi Bersodaqoh

MWC NU Glenmore Gelar Manajemen Generasi Bersodaqoh

22
0

banyuwangi-berita-LazizNULantunan pembacaan Ayat Suci Alqur’an mengiringi pembukaan acara Pelatihan manajemen generasi bersodaqoh se-Kecamatan Glenmore yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Glenmore pada Sabtu, (4/1). Suasana cukup ramai, para peserta yang berjumlah 150 orang tanpak antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh MWC  NU Glenmore yang bekerjasama dengan PC NU Banyuwangi.

Dalam kegiatan di pendopo Balai Desa Sepanjang Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi ini dihadiri seluruh pengurus Ranting NU se-Kecamatan Glenmore, pengurus MWC NU Glenmore, Badan Otonom, dan Muslimat NU. Selain dihadiri internal kepengurusan NU, acara pelatihan ini juga dihadiri Kepala Desa Sepanjang dan Forum Pimpinan Kecamatan Glenmore.

Dalam rangkaian pelatihan Generasi Bersodaqoh ini terbagi dalam tiga sesi diskusi, diantaranya dalam diskusi pertama adalah Kepemimpinan dan Organisasi NU, tampil sebagai nara sumber Drs. H.M. Khozin Haris, MPdi dan M. Iqbal Fardian, SE,M. Si sebagai Moderator. Kemudian dialanjutkan sesi Kedua adalah Ahli Sunnah Waljama’ah (ASWAJA) tampil Dr.KH. Abd.Kholiq Syafaat dan Moderator. M. Junaidi,S.Pdi, M.Pdi sedangkan sebagai acara inti tampil sebagai nara sumber Syarif Nurhasan, S.Pdi yang dimoderatori oleh Ustad. Bisri Mustofa,S.Pd.

Selain kegiatan pelatihan dan diskusi, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako untuk keluarga kurang mampu yang berada di Kecamatan Glenmore. Sebanyak 50 keluarga kurang mampu menerima bantuan yang secara simbolis diserahkan oleh Rojikin Kepala Desa Sepanjang selaku tuan rumah dalam acara tersebut.

Menurut Yusuf Hariyanto, selaku ketua panitia kegiatan ini, pelatihan Manajemen Generasi Bersodaqoh ini merupakan kegiatan untuk mensosialisasikan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZIZNU) yang  dibentuk dalam Muktamar NU ke-31 tahun 2004 di Solo  Jawa Tengah. Terbentuk dengan Ketua pertama Prof. H. Fathurrahman Rauf sedangkan pada Muktamarke 32 di Makasar terpilih ketua Drs. KH. Masyhuri Malik  sebagai Ketua LAZIZ hingga sekarang.

Menurut Syarif Hasan (LAZIZNU Banyuwangi) meski mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, kesadaran menunaikan rukun islam yang ketiga itu ternyata masih rendah. Padahal, berdasarkan data Islamic Development Bank (2010), potensi zakat di Indonesia jika digali dan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntable, bisa mencapai Rp100 triliun per tahun.

Akan tetapi kenyataannya sampai saat ini, pengumpulan (fundraising) zakat dari seluruh lembaga amil zakat yang ada di Indonesia hanya mencapai sekitar Rp1,5triliun. Itu berarti baru 1,5% dari potensi zakat yang sesungguhnya. Karena itu sosialisasi kesadaran berzakat, manfaat zakat dan manajemen pengelolaan zakat ini harus terus ditingkatkan terhadap mereka yang wajib mengeluarkan  zakat (muzakki), mereka yang berhak menerima zakat (mustahiq) maupun pengelola zakat (amil) itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here