NU Banyuwangi Turut Bela Sungkawa Atas Banjir Bandang di Singojuruh

Banyuwangi, NUOB – Bencana alam berupa banjir bandang yang melanda Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi mengundang keprihatinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi. Ketua PCNU Banyuwangi H. Muhammad Ali Makki turut berbela sungkawa atas terjadinya bencana tersebut.

“Kami mendoakan semoga kejadian serupa tidak terulang lagi dan korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Gus Makki – sapaan karibnya – ketika ditemui di lokasi bencana pada Jumat malam (22/6).

Sebagai bentuk solidaritas, PCNU Banyuwangi sejak sore tadi telah turun ke lapangan guna memantau dan menyalurkan bantuan. Sebagaimana diungkapkan oleh Gus Makki, bantuan yang disalurkan oleh PCNU Banyuwangi masih berupa konsumsi. “Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah konsumsi. Kami mengirimkan roti, nasi bungkus, dan air mineral untuk konsumsi warga maupun relawan yang kerja bakti,”ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Makki menjelaskan, saat ini tim dari PCNU Banyuwangi sedang melakukan rapat koordinasi untuk menentukan langkah lebih lanjut. Ia akan melibatkan semua potensi yang dimiliki oleh Nahdlatul Ulama Banyuwangi. “Malam ini kita rapat koordinasi. Semua lembaga terkait, badan otonom, MWC sekitar, dan rumah sakit akan kita libatkan,” terangnya.

Sebagaimana dirilis oleh website Pemerintah Daerah Banyuwangi (banyuwanikab.go.id), banjir bandang terjadi pada pukul 09.00 – 10.30 WIB, Jumat (22/6). Banjir ini diakibatkan curah hujan tinggi di kawasan hulu yang disertai oleh longsoran dari Gunung Pendil di Kawasan Gunung Raung. Material yang terbawa oleh banjir itu berupa pasir, batu dan batang pepohonan yang tumbang.

Naasnya, batang pohon yang terlampau besar tersebut, tersangkut di jembatan yang menghubungkan antara Dusun Wonorekso dan Bangunrejo di Desa Alasmalang. Konstruksi jembatan yang terdapat tiang penyangga di tengahnya itu, menahan laju material berupa pohon. Sehingga saluran sungai pun tersumbat. Akibatnya, banjir bandang meluap ke daerah perkampungan. Luapan tersebut menelan delapan rumah rusak berat, 300 rumah, masjid dan gedung fasilitas umum tergenang material lumpur. Selain itu, terdapat ratusan hektar sawah di daerah Songgon yang rusak akibat banjir bandang tersebut. (ay)

Comments

comments

Check Also

Masyarakat Tapanrejo Sambut Positif Program Koin NU

Rutinitas malam Jum’atan warga NU Tapanrejo Mucar, dijadikan media pentasyarufan untuk lima warga dhuafa’. Bukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *