Home Berita Aktual Observasi Fajar Shadiq, LFNU Banyuwangi Kerja Bareng Kemenag Jatim dan Lapan

Observasi Fajar Shadiq, LFNU Banyuwangi Kerja Bareng Kemenag Jatim dan Lapan

232
0

Banyuwangi, NUOB – PCLFNU Banyuwangi melaksanakan observasi fajar shadiq bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Jawa Timur, BHR Jawa Timur, dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Pasuruan, di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Andelan, Sumber Kencono, Wongsorejo, Banyuwangi, Sabtu, 4 Dzulhijjah 1441 bertepatan dengan tanggal 25 Juli 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak Jumat malam sampai Sabu pagi berjalan cukup lancar. Tim dari Kanwil Kemenag dan Lapan, serta BHR Jatim datang ke lokasi pemantuan Pukul 22.00 WIB.

“Peserta sebanyak 20 orang terdiri dari tim lapan, BHR dan Kemenag Jatim, Kemenag Banyuwangi, dan PCLFNU Banyuwangi, mereka datang langsung mencari titik yang tepat untuk memasang alat, dang langsung menjalakannya sampai pagi, dan alhamdulillah langit cerah” ujar Gus Ridwan pengasuh Pesantren yang berada tepat dibibir garis pantai ini.

“Kementerian Agama Jatim dan BHR Jawa Timur melaksanakan observasi fajar shadiq di beberpa lokasi di Jawa Timur, saat ini di Banyuwangi kita bekerja sama dengan Kemenag Banyuwangi ,LFNU Banyuwangi, untuk melaksanakan kegiatan ini, dengan membawa tim teknis dari Lapan Pasuruan”, Ujar Ummu Choiriyah Hanum, Kasi produk halal dan pembinaan syariah Kemenag Jawa Timur.

Kepala Lapan Pasuruan turun langsung memimpin anggotanya untuk ikut membantu kegiatan observasi.

“kita membawa 10 pegawai lapan, sengaja kita ajak mereka menyiapkan generasi penerus lapan yang menguasai astronomi, menggantikan pegawai yang akan memasuki masa pensiun dan untuk memberikan edukasi di Pesantren ini tentang antariksa”, tutur Dian Yuda Risdianto.

Selanjutnya Yudha menjelaskan bahwa diantara tugas lapan adalah memberikan bantuan teknis kepada lembaga seperti Kementerian Agama.

“Kita menyiapkan dua Sky Quality Meter, atau alat pengukur kecerlangan langit, yang terhubung dan merekam data kecerlangan langit untuk disimpan di komputer, hasil data tersebut kita serahkan ke Kementerian Agama sebagai bahan kajian”.

Ada Peralatan observasi lainya, yaitu sebuah SQM dan kamera CWO untuk merekam langit yang dioperasikan oleh Ketua Tim Ahli BHR Jawa Timur, KH. Abdul Muid Zahid.

“Sejak pukul 03.00 Wib sampai dengan pukul 05.38 Wib Kamera CWO telah mengambil vidoe langit sebesar 130 Gb. Sedangkan sqm mencatat besaran kecerlangan langit yaitu magnitudo persatuan detik busur persegi, data tersebut akan diolah sebagi bahan kajian” ujar Kyai ahli falak asal Gersik.

Gus Fauzi, ahli falak muda dari Bangil menyampaikan bahwa “kita berharap masyarakat tidak perlu risau dengan adanya isu waktu subuh yang terlalu awal, karena sudah ada observasi lapangan yang membuat kita yakin”.

Sedangkan PC LFNU Banyuwangi juga tak ketinggalan menyukseskan observasi dengan membawa Kamera DSLR dan Teleskop. Kamera DSLR digunakan untuk mengambil citra langit dalam setiap beberapa menit selama satu jam setengah, sejak pukul 03.00 samapai 04.30. Sedangkan teleskope digunakan untuk mengenalkan peralatan astronomi dan ilmu falak pada santri PP Sunan Kalijaga.

“Semoga setelah penegenalan alat dan ilmu falak, ada generasi falak yang lahir dari pesantren enterpreuner kelautan ini”, pungkas Gufron, Ketua PC LFNU Banyuwangi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here