Home Berita Aktual PCNU Banyuwangi Ajak Tukang Becak Jagongan Pancasila

PCNU Banyuwangi Ajak Tukang Becak Jagongan Pancasila

86
0

Banyuwangi – Hari lahir Pancasila tiap 1 Juni diperingati pula oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Agendanya pun unik. Tak seperti biasanya yang kerap diisi dengan upacara atawa diskusi. PCNU Banyuwangi mengundang para tukang becak yang merupakan representasi kaum marhen jagongan di Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (1/6/2020).

Ketua PCNU Banyuwangi H. Ali Makki Zaini duduk lesehan bersama para tukang becak di ruang tamu kantor NU. Sembari menikmati jajanan lebaran, ia menampung berbagai keluhan mereka. Mulai soal perekonomian hingga keluarga. Terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

“Bagaimana sekarang, apakah terdampak dengan Covid-19 ini?” tanya Gus Makki, sapaan karib Ketua PCNU Banyuwangi.

“Mulai belum ada Covid, penghasilan kami sudah sangat minim. Rata-rata paling dapat Rp10 ribu sampai Rp20 ribu. Apalagi sekarang, tambah sepi,” ungkap Imam (46), salah seorang tukang becak.

Dengan penghasilan yang terbatas tersebut, membuat hubungan mereka di dalam keluarga sering bergejolak. Karena tidak sanggup memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Akhirnya, ya sering dimarahi istri,” keluh pembecak yang lain dengan bahasa Osing.

Usai mendengarkan keluh kesah dari para marhen tersebut, Gus Makki mengenalkan program dari Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Banyuwangi. “Jika keluarga bapak ada yang sakit dan kesulitan untuk berobat, datang ke kantor NU. LAZISNU siap untuk turut membantu. Begitu pula ketika sampai kesulitan makan, jangan malu datang kesini,” tegas Gus Makki.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Makki juga membesarkan hati mereka. Menurut pengasuh Pesantren Bahrul Hidayah tersebut, menjadi tukang becak dan berbagai pekerjaan berat lainnya adalah pilihan Tuhan. Tak semua orang bisa kuat menjalani hal yang demikian.

“Jika bapak-bapak sekalian sabar dan ikhlas menjalani hal berat ini, serta terus berikhitiyar untuk mencapai yang terbaik, maka sungguh mulia panjenengan semua di hadapan Allah SWT,” ujar Gus Makki.

Gus Makki juga mengajak para marhen tersebut, untuk tetap teguh mempertahankan Pancasila. “Apabila ada orang yang ngajak-ngajak untuk anti-pancasila, ngomong dengan tegas Pancasila harga mati. Jika masih ngotot ngejak sampean ke khilafah, komunis atau lainnya yang anti-pancasila, jangan ragu, pukul saja,” ungkapnya satire.

Di tengah-tengah obrolan tersebut, juga diselingi menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Seperti Indonesia Raya, Garuda Pancasila dan beberapa lagu lainnya. Menariknya, dari 75 tukang becak yang hadir, ditunjuk salah seorang untuk membacakan teks Pancasila.

“Kalau ada yang berani membacakan teks Pancasila, maka semua akan dapat sembako,” tantang Gus Makki kepada para tukang becak yang kebanyakan mengaku tak lulus Sekolah Dasar tersebut.

Akhirnya dipilih salah seorang dari mereka untuk menghafalkan Pancasila. Tugas tersebut ditunaikan dengan baik. Dari sila pertama hingga terakhir, mampu membacakan Pancasila secara hafal dan lancar. Semuanya pun mendapatkan bingkisan sembako dari Lazisnu. Berupa beras, minyak goreng dan mie instan. (Ayunk/Sholeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here