Home / Berita Aktual / PCNU Banyuwangi Sampaikan Bela Sungkawa Musibah Kapal Rafelia

PCNU Banyuwangi Sampaikan Bela Sungkawa Musibah Kapal Rafelia

Genteng, NU_online bwi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menyampaikan ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah tenggelamnya Kapal Rafelia II sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan evakuasi telah menemukan 4 korban meninggal dunia yang telah diidentifikasi tim Disaster victim identification (DVI) Polda Jatim.

hqdefaultDiperkirakan masih ada korban lain yg belum ditemukan karena terjebak di badan kapal yang terbalik. Belum diketahui secara pasti penyebab kapal bisa tenggelam, namun dari hasil pemeriksaan sementara, tim investigasi menduga kapal menaikkan muatan melebihi kapasitas yang seharusnya, juga karena kendaraan yang didominasi truk-truk besar tidak diikat di dinding kapal sehingga membuat kapal oleng dan tenggelam.

Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Masykur Ali saat dihubungi lewat telepon menyerukan kepada masyarakat khususnya Nahdliyin Banyuwangi untuk melaksanakan Sholat Ghoib dan mendoakan korban meninggal.

Kyai masykur juga berharap pemilik kapal untuk lebih mematuhi aturan dengan memasukkan penumpang sesuai kapasitas dan menjadikan musibah ini sebagai pelajaran bagi pemilik kapal lain. Selain itu perusahaan ASDP harus memberikan santunan yang layak bagi para korban.IMG_9087

MATI SYAHID

Sebagian Ulama berpendapat bahwa meninggal karena kecelakaan itu tergolong mati syahid. Hal ini berdasarkan Hadits Nabi :

Dari Jabr bin Atiq Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan beberapa orang yang mati syahid,

الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ شَهِيدٌ…

Ada 7 mati syahid selain perang di jalan Allah – azza wa jalla –, orang yang mati karena thaun, dia syahid, orag yang ati karena sakit perut, dia syahid, orang yang tenggelam, mati syahid, dan orang yang mati karena benturan, dia mati syahid….  (HR. Ahmad 24474, Nasai 1857, dan dishahihkan al-Albani).

Dari hadits diatas, dapat disimpulkan bahwa korban yang meninggal karena kecelakaan termasuk tenggelam di laut, maka dia mati syahid.

Dihubungi secara terpisah, KH. Ali Makki Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Srono, mengatakan ada dua macam syahid, yaitu syahid dunia dan syahid akhirat. Diantara syahid dunia adalah prajurit yang gugur di medan tempur dengan niat membela Agama Allah dan mengharap rampasan perang, sedangkan syahid akhirat adalah meninggal karena tenggelam, terbakar, benturan, saat melahirkan, dan dalam keadaan menuntut ilmu.

Kyai yang juga wakil sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU ini menjelaskan bahwa tanda-tanda husnul khatimah banyak yang telah disimpulkan oleh para ulama dengan penelitian terhadap nash-nash yang terkait.

Alhasil, semuanya mendapat  derajat/pahala mati Syahid, hanya saja, paling utama adalah mati Syahid Dunia Akhirat dan jasadnya haram dimandikan dan di shalatkan, adapun jenis syahid dunia dan syahid akhirat sekalipun mendapat derajat/pahala mati Syahid tetap wajib dimandikan, dishalatkan dan kafani.

(zakaria/dir)

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Pengurus Peringati Harlah Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Ke-3

Banyuwangi – Pengurus Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Team Joko Samudro Banyuwangi memperingati Harlah Jam’iyyah Ruqyah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *