Breaking News
Home / Berita Aktual / Peduli Yuyun, IPNU Banyuwangi Doa Bersama
#NyalaUntukYuyun

Peduli Yuyun, IPNU Banyuwangi Doa Bersama

Peristiwa tragis yang menimpa Yuyun (14), pelajar SMP, di Bengkulu mengundang simpati dan keprihatinan banyak pihak. Diantaranya muncul dari para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Banyuwangi.

Puluhan pelajar tersebut melaksanakan sholat ghaib dan doa bersama untuk almarhumah Yuyun. Selain itu, juga memanjatkan doa untuk seluruh pelajar Indonesia agar tak ada lagi kasus “Yuyun-Yuyun” yang lain. “Sebagai bentuk solidaritas dan komitmen kita di dunia pendidikan, kita mendoakan almarhumah Yuyun agar diterima di sisi-Nya dan kedepannya tak ada lagi kasus-kasus demikian menimpa pelajar di Indonesia,” tutur Yahya Muzakki, ketua IPNU Banyuwangi usai doa bersama di Masjid Al-Mujahirin, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Selasa malam (3/5).

Kasus Yuyun, menurut Yahya, bukan sekedar kasus kriminal biasa. Hal ini merupakan tamparan keras terhadap dunia pendidikan Indonesia. Apalagi mengingat para pelaku pemerkosa dan pembunuh Yuyun terhitung masih berusia pelajar. Keempat belas pelakunya masih berusia 16 sampai 20 tahun.

“Ini pukulan telak bagi dunia pendidikan Indonesia. Peserta didik tidak hanya menjadi korban, tapi kini mulai merambah menjadi pelaku,” cetus Yahya.

Oleh karena itu, terang Yahya, aktivis IPNU bersama IPPNU terus menyuarakan toleransi, anti-kekerasan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di kalangan pelajar Banyuwangi. “Kita terus mendampingi pelajar Banyuwangi,” imbuh Yahya.

Sementara itu, angka kekerasan seksual yang menimpa anak-anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2015 kemarin ada 2.898 kasus kekerasan terhadap anak. 59,30 persen diantaranya merupakan kasus kejahatan seksual. Angka ini naik dari 2014, ada 2.726 kasus kekerasan terhadap anak, 56 persen di antaranya pelecehan seksual. Ironisnya, hanya 179 kasus yang dilaporkan.

Ragam kekerasan anak berupa kekerasan fisik, penelantaran, penganiayaan, perkosaan, adopsi ilegal, penculikan, perdagangan anak untuk eksploitasi seksual. Komnas Anak mencatat bahwa pelaku kekerasan anak adalah anggota keluarga, tetangga, teman, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain.

Dari kasus itu tindak kekerasan terjadi di ruang privat sebesar 62% dan ruang publik seperti rumah, sekolah, panti asuhan, lembaga keagamaan sebanyak 38%. (fahmi)

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

LKKNU dan LKNU Kerja Sama Tekan Angka Stunting di Banyuwangi, Ini Programnya

Banyuwangi – Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) dan Lembaga Kesahatan Nahdlatul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *