Breaking News
Home / Kabar Nahdliyin / Pelantikan MWC NU Banyuwangi, Dihadiri Bupati

Pelantikan MWC NU Banyuwangi, Dihadiri Bupati

Kepengurusan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi telah resmi dilantik pada Ahad (27/3) kemarin. Bertempat di halaman Islamic Center di bilangan Ahmad Yani, Mukhdor Atim dan Guntur Al-Badri dari PCNU mengambil sumpah kepengurusan masa khidmat 2016-2021 tersebut.

Selain jajaran Mukhtasyar yang terdiri diantaranya KH. Asnawi, KH. Abdul Hadi, KH. Salimi Irfan, H. Faisholi Harun, H. Nasir Basrowi, jajaran syuriah, tanfiziyah serta lembaga dan lajnah pun ikut dilantik. Rois Syuriah sendiri masih dipimpin oleh KH. Achmad Siddiq, Sag.MHI. Sedangkan Ketua Tanfidziyah-nya adalah H. Mushollin, M.PdI.

Dalam sambutannya, KH. Achmad Siddiq mengharapkan semua elemen kepengurusan MWC NU Banyuwangi dapat terus berjalan beriringan dalam mengemban tugas-tugas keumatan. “Kita berharap, pengurus MWC ini tidak hanya rame pada saat pelantikan, tetapi kita bisa terus rame hingga akhir kepengurusan,” harap pengasuh PP Al-Anwari tersebut.

Sementara itu, Mukhdor Atim, yang mewakili ketua PCNU Banyuwangi yang berhalangan hadir mengingatkan para pengurus untuk bisa menjalankan rekonsiliasi, konsolidasi, dan fungsionalisasi. “Pengurus MWC harus menggunakan jurus rekonfu. Apa itu? Rekonsiliasi, konsolidasi dan fungsionalisasi,” ungkap pemilik toko buku Al-Bayan itu.

Lebih lanjut, Mukhdor menjelaskan, rekonsiliasi adalah upaya untuk menyatukan kembali semua elemen keluarga besar NU yang terserak untuk bersama membangun NU. Lantas dilanjutkan dengan konsolidasi untuk merapatkan barisan dan kekompakan. Kemudian, dilanjutkan dengan pemberian fungsi (fungsionalisasi) yang jelas dan terukur sesuai dengan tugas masing-masing personal pengurus.

Pelantikan tersebut semakin istimewa karena dihadiri pula oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ditengah kesibukannya mengemban amanah sebagai orang nomor satu Banyuwangi, Anas menyempatkan hadir di acara pelantikan tersebut. “Saya sempatkan hadir karena sebagai bentuk kecintaan saya pada NU,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Anas mengharapkan, MWC NU Banyuwangi yang tumbuh di lingkungan perkotaan untuk bisa segera meng-upgrade metode dakwahnya. NU di kota, menurut Anas, harus memiliki pendekatan dakwah yang berbeda dengan di desa. “Dakwah di kota harus berbeda dengan di desa. Misalnya, kalau di kota harus sudah menggunakan IT (informasi teknologi) untuk sarana dakwah,” Anas mencontohkan.

Seusai acara pelantikan, pengurus syuriah, tanfidziyah dan lembaga-lembaga melanjutkan dengan rapat kerja untuk menentukan program yang akan dijalankan dalam lima tahun mendatang. (ayung)

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Cetak Sumber Daya Manusia Berkualitas tinggi yang Berlandaskan Aswaja Melalui Makesta

Banyuwangi, Genteng – Terus bergerak dalam melakukan pengkaderan di tingkat mahasiswa, PKPT IPNU IPPNU IAI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *