Home / FIKROH NAHDLIYAH / PEMILU YANG BIKIN NGELU

PEMILU YANG BIKIN NGELU

April 2019 akan dilaksanakan Pemilu serentak di seluruh Indonesia, dari pemilihan calon Legislatif sampai pemilihan calon Presiden. Antusiasme masyarakat pun berbeda beda, ada yang bersemangat, ada yang biasa saja, bahkan ada yang terkesan apatis. Tidak dapat dipungkiri pemilu kali ini berbeda dari pemilu sebelumnya, pemilu kali ini cukup mampu untuk membuat kepala
ngelu. Bagaimana tidak, pemilu kali ini sarat akan kericuhan yang terjadi di muka publik, baku hantam, saling serang antar kubu menjadi suguhan tetap di media sosial. Tak ayal sebagian masyarakat merasa muak dengan adegan yang dipertontonkan oleh para elite politik tersebut.

Unjuk adu kekuatan seakan menjadi hal wajib untuk menggertak kubu lawan dan para pendukungnya pun keprok keprok kegirangan, merasa junjungannya yang paling hebat dan yakin pasti akan menang. Ironis memang, ketika melihat toleransi mulai pudar hanya karena berbeda pandangan politik. Seolah demokrasi di Negara ini tak berjalan sejajar dengan rasa saling menghormati dan saling menghargai perbedaan. Sungguh menyedihkan, ketika ada jenazah yang terpaksa dipindahkan hanya karena berbeda pilihan politik dengan si empunya tanah, hal tersebut semakin memperjelas bahwa intoleransi ketika pemilu kian membabi buta, tak pandang masih bernyawa ataupun tidak. Tokoh agama pun tak luput dari incaran para elite politik, sowan menyowani menjadi ritual wajib ketika pemilu diadakan, entah guna mendulang suara terbanyak atau hanya sekedar ingin ngalap Berkah, sungguh hanya mereka dan Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya tersimpan di hati mereka.

Kegiatan berkedok agama kian marak dilakukan, mobilisasi massa kian gencar diadakan, tak peduli hujan, panas, badai, petir menyambar, mencari simpati masyarakat adalah hal nomor wahid yang wajib dilaksanakan. Pemilu kali ini tak hanya adu visi dan misi, tetapi juga adu berita bohong alias hoaks. Pelencengan data, kinerja, problem keluarga, sampai isu agama pun menjadi sasaran empuk para pencipta hoaks. Entah kabar bodong tersebut diciptakan atas permintaan para elite politik atau hanya sekedar bukti cinta dari para pendukung setianya. Yang jelas, hal tersebut sangatlah merugikan banyak pihak.

Bagaimana tidak, begitu banyak masyarakat awam yang belum bisa membedakan antara hoaks dan fakta yang ada, hingga berakhir dengan adu mulut dan adu argumentasi berdasarkan data berita bohong, yang mana hoaks saat ini sangatlah mudah di akses melalui media sosial. Perseteruan pun tak bisa lagi terelakkan! Para calon Petinggi Negara tersebut seakan lupa akan tugas yang sebenarnya. Bahwa sejatinya mereka adalah calon Wakil Rakyat yang seharusnya meladeni dan mengayomi seluruh Rakyat Indonesia, bukan malah membuat gaduh dan ricuh demi mendapatkan dukungan agar bisa duduk di kursi empuk para Pejabat. Seolah-olah para elite politik tersebut memang sengaja memancing di air keruh dan menghipnotis pendukungnya menjadi pembela garis keras dan kehilangan akal waras.

Wahai Saudaraku, jangan biarkan pemilu membuat kita saling berseteru, berbeda pilihan bukan berarti harus saling bermusuhan. Jangan biarkan ego kita menghancurkan toleransi yang sudah menjadi detak nafas di Negeri ini. Mari kita bersama sama menggunakan akal sehat serta nurani menghadapi pemilu nanti. Dukunglah siapa saja yang menjadi pilihanmu tanpa harus meludahi yang tak kau sukai. Negara kita adalah Negara Demokrasi, berbeda pilihan tak akan dipersekusi!

22/02/2019

maya(T)

Comments

comments

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Malam Nisyfu Sya’ban, NU Cabang Banyuwangi Dideklarasikan

Banyuwangi, NUOB – Momentum malam Nisyfu Sya’ban memiliki makna penting bagi umat Islam. Tanggal 15 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *