Pendeta Kris : Saya Bangga Teman-Teman NU

Banyuwangi, NUOB- Apa jadinya jika pengacara kasus-kasus yang melibatkan kaum bawah, seperi Ahmad “Tedjo” Rifai satu panggung dengan pemuka agama seperti Pendeta Kristanto dari GKJW Banyuwangi? Jawabannya guyon.

Suasana cair dan penuh tawa itu benar-benar terjadi pada Ahad malam di PC NU kemarin. Jajaran tanfidziyah yang diwakili Arif Rahman Mulyadi yang semula tampak serius pun akhirnya tertular mbanyol dengan gaya khas maduranya. Gawe Lesbumi Banyuwangi yang dikemas dalam diskusi Budaya Partai dan Eceran ini berhasil menyatukan berbagai kalangan tanpa sekat dan mencairkan suasana lewat guyonan.

Di awal, Pendeta Kris mengungkapkan jika forum ini merupakan forum yang baik. Dalam pandangannya, NU merupakan pioneer dalam urusan guyon. “Saya bangga dengan teman-teman NU,” ucapnya mengawali forum.

Pendeta yang masih sangat muda ini selanjujtnya memberikan perbandingan antara NU, warung kopi dan kaitannya dengan kamar tidur. “Masuk di dalam NU itu seperti masuk ke warung kopi, tidak ada yang tersinggung dan tegang. Kalau yang tegang di dalam kamar,”celetuknya diikuti tawa.

Tidak mau ketinggalan, Tejo yang juga ketua LBH NU Banyuwangi menimpali dengan kutipan hasil bahsul masail mengenai hukum Guyon. Malam itu Tejo yang tampil nyentrik dengan kacamata jentrung berharap ada hukum haram mengenai guyon, agar dirinya urung datang manggung. Namun dua hasil pembahasan hukum fikih guyon membolehkan candaan ini.  “Guyon ini ternyata boleh, guyon ini sebenarnya persoalan nomor enam. Dan yang nomor satu Ketuhanan YME,” ucapnya sembari menyeloroh.

Berita ini sungguh tidak lucu. Mau tau lucunya dan keseruannya guyonan ini seperti apa silakan cek di fP facebook PC NU Banyuwangi (link) (*)

 

Comments

comments

Check Also

Warka Kelistrikan Muncar Salurkan Bantuan 15 juta

Banyuwangi, NUOB – Kepercayaan masyarakat kepada LAZISNU Banyuwangi saat ini semakin tinggi. Setelah menerima donasi dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *