Home Berita Aktual Pengajian Ramadhan PCNU Banyuwangi tahun ini, ditutup dengan Seminar Radikalisasi

Pengajian Ramadhan PCNU Banyuwangi tahun ini, ditutup dengan Seminar Radikalisasi

10
0

Banyuwangi, NUOB- Sepanjang Ramdhan tahun ini, kantor PCNU Banyuwangi tidak pernah sepi kegiatan. Mulai dari Lomba Tartil tingkat kabupaten, Dialog Kebangsaan, hingga pengajian rutin sore yang di inisiasi oleh pengurus sekretariat PCNU.

Pengajian umum setiap sore tersebut, mengkaji kitab-kitab Hadratussyaikh Hasyim Asyari. Diantaranya Kitab At-Tibyan serta kitab Risalah Ahlussunnah Waljamaáh.

Menurut Ayunk Notonegoro ketua pantia kegiatan Ramadhan Kantor PCNU mengatakan bahwa ini merupakan bagian agenda tahunan yang kan diselenggarakan secara terus menerus. Selain untuk mengisi kegiatan di kantor PCNU, kegiatan-kegiatan tersebut ditujukan untuk seluruh kader NU khususnya pemuda untuk melihat dan menerapkan apa yang menjadi gagasan.

“Saya kira wajib hukumnya seluruh kader NU khususnya pemuda, untuk memahami dan menerapkan pokok pikiran Mbah Yai Hasyim, agar supaya pondasi pemikiran mereka kokoh dan tidak gampang goyah dengan serangan-serangan dari faham-faham radikal”. Pungkasnya.

Rangkaian acara selama satu bulan ini ditutup dengan seminar Radikalisasi dan terorisme (23/06). Acara tersebut dihadiri oleh pengurus, MWC dan banom NU se Kabupaten Banyuwangi. Dalam acara tersebut juga turut hadir sebagai pembicara, Direktur Aswaja Center PCNU Banyuwangi KH. Abdillah Asád serta Direktur Aswaja Center PWNU Jatim KH. Yusuf Soeharto.

Kyai Yusuf menjelaskan bahwa radikalisme merupakan upaya keras dari seorang untuk mengubah sesuatu dengan mengesampingkan ilmu dan kesantunan. “radikalisme dan terorisme terjadi berangkat dari ketidakmampuan seorang dalam menggunakan ilmu. oleh karena itu carilah sesuatu pada pintunya yaitu dengan ilmu”.

selanjutnya KH. Asád menambahkan ancaman radikalisasi harus diimbangi, salah satunya, dengan penyampaian konten dakwah yang moderat. Dakwah tersebut adalah dengan mengacu pada kaidah keberagamaan yang benar. “Kaidah beragama dalam Islam itu harus berpacu pada Al-Qur’an, Hadist, Ijma dan Qiyas yang harus dipahami dengan ilmu para ulama aswadul adzam (mayoritas),” terang salah seorang pembicara, ketua Aswaja NU Center Banyuwangi KH. Abdillah As’ad, LC.

Selanjutnya acara ditutup dengan doá dan dilanjutkan dengan buka bersama, yang di ikuti oleh seluruh peserta yang hadir. (Noe)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here