Home / Berita Aktual / PR UPZISNU Sidomulyo Sebar sembako, Strategi Penarik Minat Koin NU

PR UPZISNU Sidomulyo Sebar sembako, Strategi Penarik Minat Koin NU

Muncar, Banyuwangi – PR UPZISNU Sidomulyo membagikan 10 bingkisan sembako untuk warga sekitar wilayah Rt 01, Rt 02 dan Rt 03 Rukun Warga 01 Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Jum’at (26/4) siang.

Penyebaran sembako ini diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan, khususnya bagi para dhu’afa.

Perjalanan memburu kaum dhu’afa, ketua RT Ajie Suraji menjelaskan hal demikian ini dapat membuat masyarakat merasa diperhatikan dan diayomi. “Saya sangat antusias sekali dengan pergerakan keluarga NU dalam membagikan sembako,” tuturnya kepada tim NU Online.

Sementara pembina PR LAZISNU Sidomulyo Hadi Sholekhan mengatakan, hal seperti ini menjadi eksistensi NU untuk selalu mengayomi masyarakat, khususnya warga NU.

“Ini merupakan strategi kita untuk menarik minat warga NU untuk bersedekah, dan menghilangkan kekhawatiran tentang anggapan sedekah yang tak tepat sasaran, karna kami membuktikannya langsung,” tutur gus Hadi, panggilan karibnya.

“NU tidaklah sekedar sebuah jam’iyah yang hanya ngopeni tahlilan dan istighosah. Namun lebih dari itu, NU adalah munadlomah dalam berharokah termasuk dalam menjaga keseimbangan antara hablum minallaah wa hablum minannaas, LAZISNU adalah bukti bahwa NU tidak tinggal diam dengan para warga masyarakat khususnya para dhuafa’,” sambung pria lulusan fakultas kedokteran.

“Semoga LAZISNU terus istiqomah dalam upaya memberikan bantuan serta menyalurkan setiap zakat ataupun shodaqoh dari para muzakki yang telah mengamanahkan zakat ataupun shodaqohnya kepada LAZISNU,” harapnya.

Sepuluh orang yang mendapatkan sembako dari PR LAZISNU Sidomulyo diantaranya adalah; Ahmad Sanuri (76) pengidap penyakit prostat, Mbah Klumpuk seorang janda tua renta kelahiran zaman penjajahan Jepang, Bu. Sri Rejeki perempuan lumpuh dan tak berdaya selama kurang lebih dua tahun, Mbah Solekhan seorang aktivis NU, P Supeno (59) pengidap penyakit kolesterol dan asam urat, Mbah Ponijah janda umur 70 an, Mbah Sumianto (60) wanita lansia pengidap nonfluent afasia alias kerusakan syaraf pada otak akibat CVA (Cardio Vaskuler accident), Bu suparti janda berumur 75 tahun, Mbah Ikhwah janda berumur 80 tahun yang hidup sebatangkara, dan Bu Ani janda berumur 44 tahun. (Firdaus/Sholeh)

Comments

comments

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Tahun ini Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Hadiri Acara Maulid Nabi di Karangrejo

Banyuwangi – Tiap tahun Pengurus Ranting NU Karangrejo melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *