Home Humor Remisi Tuhan

Remisi Tuhan

33
0

Pada suatu saat, Tuhan melakukan kunjungan ke neraka. dengan ditemani malaikat penjaga neraka, Tuhan melihat para tahanan. ternyata para tawanan yg penuh dosa tidak mengalami kendala berarti. Meski banyak umat manusia yang melakukan dosa dan berbondong-bondong mengambil kaplingan di dalam neraka, penjara yang bernama neraka ini tidak pernah mengalami over kapasitas. Para tahanan pun dineraka merasa “nyaman” karena mereka diperlakukan secara adil, antara maling ayam dan koruptor sama-sama berada pada satu neraka.

Sipir-sipirnya gak mempan disogok sehingga gak ada para napi korupsi bisa bertamsya di surga pada hari-hari tertentu atau bisa menikmati fasilitas lebih, kayak kasur empuk atau alat komunikasi. Disini, para tahanan juga aman dari serangan pasukan penyiksa lain, selain para malaikat penyiksa yang ditugaskan di neraka. Selain itu, malaikat – malaikat lain tidak berhak untuk menyiksa. Dan yang unik lagi adalah tentang pemberian remisi.

Tuhan memiliki hak penuh menentukan remisi tanpa campur tangan mafia atau lain. Tuhan tidak butuh regulasi tertentu untuk mengatur kapan akan meremisi dan siapa yang akan diremisi. Tuhan berhak penuh. Tidak ada yang berani memprotes apalagi menyuap.

Pada kunjungannya kali ini, Tuhan melihat dua orang tahanan yang menarik perhatian. lalu disuruhlah malaikat untuk memanggil dua tahanan itu menghadap. “Bawa kesini kedua tawanan itu malaikat,” perintah Tuhan.

“Baik Tuhan,” jawab malaikat dan lansung bergegas.

Dalam waktu yang tak terungkap oleh angka kecepatan malaikat itu, dua tahanan telah menghadap Tuhan.

“Heh kenapa kamu kok masuk neraka?” Tuhan bertanya kepada kedua tahanan  tersebut meski telah tahu akan jawabanya.

“Saya banyak dosanya Tuhan,” aku tawanan yang pertama.

“Saya juga Tuhan. Bahkan aku sering melanggar perintah-Mu,” ujar tahanan kedua.

“Dosa apa?” Tuhan menguji kejujuran hamba-Nya.

“Banyak sekali…hampir semua dosa telah aku lakukan,” jawab kedua tahanan tersebut.

“Heh kamu manusia kenapa kamu kok menjadi mahluk yang durhaka? bukankah aku telah mengutus rosul untuk memberi tahu kamu agar taat pada-Ku. Kenapa kamu tidak patuh? Sana kalian pergi…..” Tuhan memarahi kedua pesakitan tersebut.

Tahanan pertama lari dengan kencangnya sedangkan tawanan yang satunya lagi berlari sambil celingak-celinguk.

lagi-lagi Tuhan tertarik melihat kelakuan mereka.

Lalu malaikat disuruh untuk memanggil mereka.

“Heh kenapa kamu lari begitu kencangnya?” tanya Tuhan pada tawanan pertama.

Dengan suara gemetar ketakutan dan wajah tertunduk lesu menjawab. “Maafkan hamba Tuhan. Selama hidupku, saya tidak pernah taat pada perintah-Mu. Mungkin inilah kesempatanku untuk taat, meski telat. Aku segera berlari dengan kencangnya sebagai bentuk ketaatanku mematuhi perintah-Mu.”

“Oh begitu. Kamu ternyata telah mengerti akan kehambaanmu. Aku salut. Sekarang kamu saya ampuni dan berhak untuk masuk surga,” Tuhan memerintah.

“Lalu kamu kenapa kok celingak-celinguk?” Tuhan bertanya lagi pada tahanan kedua.

Tak kalah sedihnya dengan yang pertama.

“Maaf Tuhan. Dulu aku adalah hamba-Mu yang taat. Tapi nasibku selalu malang. Akhirnya aku menjadi hamba yang su’udzon. Ketaatanku berubah menjadi ketidakpercayaan pada Tuhan. Sehingga aku menjadi hamba yang bergelimang dosa dan maksiat. Lalu ketika Tuhan memerintah untuk pergi, saya berusaha untuk husnudzon, mungkin ini kesempatan berhusnudzon yang terakhir. Saya berhusnudzon kalau Tuhan menyuruhku untuk pergi ke surga. Maka aku celingak celinguk mencari jalan menuju surga.”

“Oh… tadi kamu berusaha untuk husnudzon pada-Ku. Baiklah aku ampuni segala dosamu dan sekarang masuklah kedalam surga-Ku,” ujar Tuhan.

Akhirnya kedua tahanan neraka tersebut mendapat remisi dari Tuhan. Tuhan tidak membutuhkan peraturan apapun dan tak mempan dengan tekanan siapapun karena Tuhan adalah Sang Maha Kuasa, Sang Maha Berkendak, dan Sang Maha Tahu. Remisi-Nya tidak pernah ditebak.

Maka, sebelum kita menyandang predikat tahanan neraka Tuhan, bersiaplah menjadi orang baik dan senantiasa berdoa mengharap ampunan dan remisi-NYa. (Ayung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here