Home Humor Rokok Kiai Mahfudz Siddiq

Rokok Kiai Mahfudz Siddiq

31
0
KH. Mahfudz Siddiq

Sosok ketua PBNU (dulu Presiden Tanfidiyah HBNO) termuda ini, merupakan seorang perokok berat. Sejak belia, kiai asal Jember tersebut sudah mengenal rokok.

Pernah, saat masih kecil, putra KH. Muhammad Siddiq, Jember tersebut ketahuan ayahandanya sedang merokok. Saat itu, Mahfudz kecil sedang merokok sebatang kretek yang baru saja didapatnya.

Tak dinyana, tiba-tiba ayahandanya lewat disampingnya. Tanpa babibu lagi, Mahfudz kecil langsung mengkantongi rokok yang masih menyala tersebut. Awalnya, ayahandanya tak menaruh curiga. Namun, lama kelamaan, keluar asap dari sakunya Mahfudz.

Mengetahui kejanggalan itu, akhirnya tahulah Kiai Muhammad kalau putranya sedang merokok. Sontak saja, Mahfudz kecil dimarahi ayahandanya itu.

Namun, peristiwa itu tak mengendurkan kesukaan Kiai Mahfudz untuk merokok. Ia terus menjadi perokok, hingga akhirnya ayahandanya pun menginsafinya.

Pernah, setelah menikah Kiai Mahfud hendak mengakhiri kegemarannya merokok. Atas dasar kecintaannya pada sang istri, Nyai Muyassarah, Kiai Mahfudz menghentikan kebiasaannya. Beliau menggantinya dengan mengunyah cengkeh tiap kali keinginan untuk merokok muncul. Ia selalu sedia disakunya.

Hingga pada suatu hari, keinginan untuk merokoknya tidak dapat dibendung dengan mengunyah cengkeh. Ia pun kembali merokok. Fatalnya lagi, tidak hanya merokok yang terus berlanjut, kebiasaannya mengunyah cengkeh pun tetap melekat. Akhirnya, Kiai Mahfudz tidak hanya merokok, tapi juga mengunyah cengkeh.

Pernah pada suatu saat, ada seorang yang bertanya perihal kebiasaan merokok kepada kiai yang menjadi penulis utama di surat kabar Soera NU dan Buletin NU itu. Ia mengungkapkan alasannya. Menurutnya merokok dapat menstimulus ide saat menulis atau dalam hal lainnya.

“Nek gak ngerok, gak metu,” ujarnya dalam bahasa Jawa. (ay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here