Home Berita Aktual Sambut Harlah NU Ke-94, LFNU Banyuwangi Helat Madrasah Falakiyah di PP Darussalam

Sambut Harlah NU Ke-94, LFNU Banyuwangi Helat Madrasah Falakiyah di PP Darussalam

17
0

Banyuwangi, NU Online – Dalam rangka mempersiapkan generasi penerus ahli falak, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Banyuwangi menggelar Madrasah Falakiyah di Pesantren Darussalam, Blokagung, Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi, Sabtu, 18 Januari 2020. Pesertanya santri puteri kelas dua ulya Madrasah Diniyah Al Amiriyah Darussalam.

Ketua Pengurus Cabang LFNU Banyuwangi, Gufron Musthofa menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian persiapan memperingati Hari Lahirnya NU yang jatuh pada 31 Januari nanti.

“Juga dalam rangka Harlah PP Darussalam ke 69, ditambah sebagai langkah menjaga ilmu falak tetap terus berkembang di bumi Blambangan ini,” ujar Gufron, sapaan akrabnya, Ahad (19/1).

Gufron menyampaikan, tujuan pelatihan itu untuk menyebarkan ilmu falak kepada jajaran pesantren yang ada di Banyuwangi. Ikhtiar awal mengenalkan serta memberikan pemahaman hisab kepada santri dengan cara mudah, cukup menggunakan kalkulator murah, harga di bawah Rp 50 ribu. Karena di pesantren terdapat pelajaran khusus tentang falak, maka dengan adanya Madrasah Falakiyah, santri tidak kehilangan rantai sanad ilmu falak.

Adapun materi Madrasah Falakiyah adalah menghitung arah kiblat, waktu sholat, dan awal bulan qomariyah menggunakan metode kalkulator yang disampaikan oleh Sekretaris LFNU Banyuwangi, Tsamratul Fikri. Dalam pengantar materinya, Fikri menyampaikan, bahwa pada saat ini metode kalkulator adalah metode yang paling mudah dan murah untuk mempelajari ilmu falak karena lebih cepat memahami dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

Kegiatan ini dilaksanakan selama lima malam, sejak tangal 18 sampai 22 Januari 2020, dimulai bakda isya sampai pukul 23.00, kata Pengurus Madrasah Diniyah al-Amiriyah Pondok Pesantren Darussalam, Mohamad Jiwandono. Ia menyampaikan, diklat falak ini diperuntukan bagi santri tingkat akhir, yaitu kelas 2 ulya.

Pada tahun lalu, pelajaran ini diampu oleh KH Abdul Fatah, salah satu Pembina Lembaga Falakiyah. Namun setelah beliau wafat, pengurus Madin merekomendasikan agar dilanjutkan oleh PC LFNU Banyuwangi.

Dalam sambutan Gufron menyampaikan, mempelajari ilmu Falak adalah kewajiban bagi orang Islam, karena ilmu ini berkaitan erat dengan pelaksanaan syariat agama Islam yaitu shalat, puasa, haji dan ibadah-ibadah lainnya. Dalam qaidah fiqhiyah dijelaskan, jika menghadap kiblat menjadi syarat sah sholat, maka belajar arah kiblat menjadi wajib hukumnya.

“Nahdliyin bukan tidak bisa menghitung awal bulan, namun perintah hadist adalah melakukan rukyatul hilal dengan mata bukan menghisap, NU tetap bersandar pada madzhab jumhur yang mengharuskan rukyatul hilal pada penentuan awal bulan,” tegasnya. (Shulhan/Sholeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here