Home Ubudiyah Sejarah Sebutan “Bilal” Bagi Pelantun Adzan

Sejarah Sebutan “Bilal” Bagi Pelantun Adzan

43
0

NUOB – Ketika sedang melakukan umroh dan berkeliling di tanah suci, tentu kamu berkesempatan untuk singgah di beberapa tempat yang memiliki kaitan dengan sejarah Islam, seperti ziarah di makam-makam para sahabat. Nah, ada nih satu tempat yang dapat menjadi referensi untuk kamu yaitu Masjid Bilal yang letaknya sekitar 560 meter dari Masjid Nabawi. Karena jaraknya yang dekat dari Masjid Nabawi, maka kamu juga bisa banget nih ziarah kesana cukup dengan jalan kaki.

Bicara mengenai bilal, mungkin kamu tahu bahwa di Indonesia bilal merupakan sebutan lain dari muadzin atau seseorang yang dipercaya untuk mengumandangkan adzan. Kamu jangan heran mendengar nama masjid tersebut, karena ternyata sejarah munculnya istilah bilal juga berasal dari tempat ini.

Nama Masjid bilal memang berasal dari sebuah nama seorang Muadzin Rasulullah SAW yaitu Bilal bin Rabah. Selain merupakan muadzin, ternyata bilal ini adalah pelantun adzan pertama. Bilal bukan hanya orang biasa, perjalanan hidupnya hingga saat ini menjadi kisah yang tidak pernah surut oleh zaman. Tentunya kamu juga dapat menjadikan setiap perbuatannya teladan yang patut dicontoh.

Bilal lahir di daerah As-Sarah sekitar 43 tahun pada masa sebelum hijriyah, ibunya bernama Hamamah dan ayahnya bernama Rabah. Ibunya merupakan seorang budak dengan kulit hitam yang bekerja dan tinggal di Kota Makkah. Bilal sempat dipanggil Ibnus-Sauda’ yang memiliki arti anak atau putra dari perempuan hitam oleh teman-teman dan orang di lingkungan tempat tinggal Bilal.

Bilal di masa dewasanya berakhir menjadi budak yang diambil oleh Bani Abduddar, pada saat itu Bilal besar dan tumbuh di kawasan Ummul Qura yang tidak jauh dari daerah Kota Makkah. Bilal menjadi budak dari seorang tokoh pembesar kaum Kafir Quraisyi yaitu Umayyah bin Khalaf, dan bilal sendiri terpaksa melakukannya karena menggantikan ayahnya yang meninggal dunia.

Bilal akhirnya menjadi merdeka setelah diangkat oleh Abu Bakar RA. Sejak saat itu Bilal menjadi salah satu sahabat Rasulullah yang setia, bahkan Bilal merupakan salah satu sahabat Rasulullah yang ikut masuk ke Ka’bah saat Rasulullah SAW menaklukkan Makkah.
 

Suatu ketika Bilal diminta oleh Rasulullah untuk mengumandangkan adzan melalui atap Ka’bah sebagai tanda bahwa sholat dzuhur telah tiba. Bilal tentu merasa sangat bangga karena ternyata dirinyalah yang menjadi muadzin pertama kala itu. Inilah yang menjadi asal muasal nama masjid Bilal, serta julukan bagi pelantun adzan di Masjid yang diberi istilah Bilal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here