Selain Aktif di Ansor, Joko Setyawan Juga Rintis Bisnis Bibit Tanaman

Banyuwangi – Tidak semua kader NU mampu mensinergikan antara aktivitas di organisasi dengan merintis usaha pribadi. Mereka yang tidak bisa, berdalih tidak memiliki waktu atapun modal usaha. Joko Setyawan atau akrab disapa Joko adalah kader PAC Ansor Tegaldlimo yang berhasil keluar dari anggapan tersebut. Selain aktif di Ansor, ia mulai melakoni bisnis bibit tanamannya sejak tahun 2015 silam sampai sekarang.

“Awalnya ide bisnis ini muncul ketika saya berkunjung di kediaman teman, di sana saya melihat ada banyak tanaman hias dan tanaman lainnya milik temanku. Akhirnya iseng-iseng saya foto dan upload ke facebook miilik pribadi, tetiba ada banyak minat. Di sanalah awal membuka bisnis ini sampai sekarang. Tepatnya di tanggal 01 Januari 2015,” kenang pria kelahiran 27 Desember 1983 saat dimintai keterangan NU Online di kediamannya, Rabu (22/05) siang.

Aktivis yang tinggal di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi ini menambahkan permintaan yang paling sering adalah jenis bibit buah dari luar daerah. Sedangkan tanaman hias paling tinggi konsumennya adalah tetangga sekitar.

“Usaha tanaman hias dan bibit buah merupakan usaha yang paling mudah menghasilkan nilai ekonomi. Selain itu, juga tanaman bertahan cukup lama tergantung perawatannya, apalagi bulan puasa merupakan berkah tersendiri karena banyak permintaan orang yang mencari tanaman hias untuk penghias halaman rumah menjelang hari raya,” tutur Joko.

Saat Ramadan tanaman Agronema dijual seharga Rp 40 ribu, tanaman Kaktus Rp 25 ribu, tanaman Asoka Rp 10 ribu dan tanaman Rombusa seharga Rp 10 ribu. Tanaman yang di jual di sini jumlahnya lebih dari 200 jenis tanaman buah dan tanaman bunga.

“Alhamdulillah berkat usaha ini mampu mengantongi Rp 5 juta sampai Rp 6 di hari-hari biasa. Saya sendiri berharap teman-teman yang juga berjuang di NU jangan takut untuk berwirausaha. Apalagi hasil usahanya juga digunakan untuk menghidupi NU. Luar biasa berkahnya pasti,” pesannya.

Saat dimintai keterangan, salah satu pembeli Wati mengatakan, beli tanaman di kios bunga milik Joko harganya lebih murah. “Apalagi tanaman di sini masih segar-segar karena perawatannya bagus, disamping itu juga jenisnya lebih banyak.  (Usman Afandi / Sholeh)

Comments

comments

Check Also

Musibah Kekeringan, PCNU Banyuwangi Turun Langsung Bantu Tandon dan Air Bersih

Wongsorejo, NUOB – Dampak musim kemarau yang menyebabkan terjadinya kekeringan, mulai dirasakan warga di tiga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *