Home Berita Aktual Setelah fakum 3 Bulan Akibat Covid-19, Lailatul Ijtima MWCNU Giri Kembali Dilaksanakan

Setelah fakum 3 Bulan Akibat Covid-19, Lailatul Ijtima MWCNU Giri Kembali Dilaksanakan

111
0

NUOB, Giri – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ( MWC NU ) Giri, Banyuwangi, kembali mengadakan kegiatan rutin Lailatul ijtima, hari ini Jumat, 10 Juli 2020, yang bertempat di Ranting NU Magli, Desa Grogol, Kecamatan Giri.

Kegiatan rutinan yang dilaksanakan setiap bulanya itu, sempat terhenti selama 3 bulan akibat pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda Kabupaten Banyuwangi. Sehingga untuk mengantisipasi penyebaranya pengurus MWC NU Giri, Memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatanya.

Kegiatan yang dilakukan untuk pertama kalinya, setelah fakum ini, diikuti serentak oleh seluruh Pengurus Ranting NU yang ada di Kecamatan Giri, beserta sejumlah badan otonom dan lembaga NU Giri. Selain itu jajaran pengurus MWCNU Giri juga ikut hadir.

Ketua Lembaga Dakwa MWCNU Giri, H. Gozali mengatakan, kegiatan Lailatul Ijtima ini dilakukan tetap memperhatikan anjuran dari pemerintah. Seperti menjaga jarak, dan memakai masker. Sehingga jamaah yang datang tetap aman.

“Kami tetap memperhatikan anjuran dari pemerintah, meski kelihatanya banyak yang tidak pakai masker tapi mereka membawa semua, saya tau itu. Cuman di dalam masjid mereka sungkan memaikanya. Tapi tetap terus kita anjurkan untuk mematuhi anjuran pemerintah,” ujur H. Gozali.

Kata dia, Lailatul Ijtima ini kembali dilakukan karena Banyuwangi, dianggap daerah paling siap menuju new normal seperti yang dikatakan Presiden Jokowi. Sehingga MWC NU Giri kembali mengaktifkan semua kegiatanya.

“Kata Pak Jokowi, Banyuwangi kan sudah siap new normal, jadi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan kita kembali melakukan kegiatan rutin kita. Tidak hanya Lailatul Ijtima, tapi kegiatan lain seperti Bahsul Masail, dan agenda lainya juga mulai diaktifkan. Kami selalu juga berdoa di setiap kegiatan agar virus Corona ini segera diangkat oleh Allah dari Banyuwangi khususnya, dan dari Indonesia pada umumnya,” tambah H. Gozali.

Sementara itu, Katib Syuriah MWC NU Giri, Mahrus meminta, kepada warga Nahdiyin di wilayah Kecamatan Giri untuk kompak menjalankan kegiatan organisasi seperti Lailatul Ijtima. Karena kegiatan ini merupakan wadah dakwah NU kepada masyarakat.

“Kami mengharapkan warga NU Giri terus kompak dan guyup mengikuti kegiatan NU Giri. Sebab kegiatan seperti Lailatul Ijtima ini merupakan wadah dakwah NU kepada masyarakat,” kata Mahrus.

Mahrus khawatir, jika warga NU tidak kompak, akan dimasuki aliran dan faham yang keras dan mudah mengkafirkan orang.

“Kami khwatir jika kita tidak kompak, faham aliran keras akan menyusup d itengah-tengah warga NU. Dan ini sangat berbahaya sekali. Namun jika kita kompak tidak akan mudah disusupi faham dan aliran yang tidak jelas,” pungkas Mahrus.

Kegiatan Lailatul Ijtima di MWC NU Giri ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali, dengan sistem bergilir antar ranting setiap bulannya. Setelah bulan Juli ini berada di Ranting NU Mangli, direncanakan bulan Agustus akan datang berada di Ranting NU Payaman, Kelurahan Giri. (Hermawan/Sholeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here