Home Berita Aktual Sobo Deso di Desa Padang, PCNU Banyuwangi Evaluasi Banom dan Lembaga NU

Sobo Deso di Desa Padang, PCNU Banyuwangi Evaluasi Banom dan Lembaga NU

121
0
Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi, beserta jajaran pengurus harian, saat membuka acara Sobo Deso di Desa Padang Kecamatan Singojuruh. (Photo: Cholid)

Singojuruh, NUOB- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, kembali melanjutkan kegiatan Sobo Deso ke sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi. Pada Selasa malam (14/7/2020), kegiatan Sobo Deso bertempat di Balai Desa Padang, Kecamatan Singojuruh.

Kegiatan Sobo Deso Kali ini, dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziah PCNU Banyuwangi. Selain itu, sejumlah Banom dan Lembaga PCNU juga ikut hadir dalam kesempatan tersebut. Jajaran pengurus MWC NU Kecamatan Singonjuruh dan pengurus ranting NU di wilayah Kecamatan Singonjuru juga nampak memenuhi pendopo Desa Padang.

Pada kesepatan Sobo Deso kali ini, Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi, H. Ali Makki Zaini memimpin langsung acara yang dikemas dengan sesi dialog antara PCNU dengan warga Nahdiyin di wilayah Desa Padang.

Untuk mengawali sesi dialog itu, Gus Makki, sapaan akrab H. Ali Makki Zaini, terlebih dahulu mengevaluasi keberadaan dan keaktifan sejumlah Badan Otonom, Lembaga bahkan Ranting NU yang berada di Desa Padang.

“Saya senang sekali malam ini bisa Sobo Deso ke Desa Padang. Tapi saya mau lihat dulu siapa saja yang hadir malam ini. Ansor ada? Siap ada, Fatayat, Muslimat Ada? Ada. IPNU,IPPNU Desa Padang? Tidak ada? Masak tidak ada?,” Kelakar Gus Makki sambil tertawa dan menoleh ke ketua MWC NU Singojuruh Muhammad, yg berada di sampingnya.

“Masak IPNU, IPPNU di Desa Padang tidak ada? Terus siapa yang mengantikan kita kedepanya? Ini PR bagi MWC dan pengurus IPNU ini. Kalau hari ini tidak ada IPNU, IPPNU di Desa Padang, maka masa depan NU di Desa Padang akan suram. Karena 30 hingga 40 tahun ke depan keberlangsungan NU di Desa Padang ini Khususnya ada di Tangan IPNU dan IPPNU,” tegas Gus Makki.

Gus Makki, lalu memberi waktu Sepekan kepada pengurus MWC NU Kecamatan Singonjuru dan pengurus IPNU, IPPNU untuk mendirikan Ranting IPNU-IPPNU di Desa Padang.

“Saya beri waktu satu Minggu kepada MWC NU Singonjuruh untuk mendirikan IPNU, IPPNU di sini (Desa Padang) nanti akan saya tanyakan, jangan dipikir saya lupa nanti,” tambah Gus Makki.

Tidak hanya berhenti di Banom saja, Gus Makki, melanjutkan evaluasinya ke Lembaga Pendidikan Ma’arif, khususnya di Desa Padang.

“Di Desa Padang ini ada berapa MI (Madrasah Ibtidaiyah)?,” Tanya Gus Makki.

Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Ketua Tanfidziah MWC NU Singonjuruh Muhammad. ” Di sini untuk MI tidak ada Gus, tapi untuk Mts, Madrasah Aliyah, bahkan TK dan Paud ada dan itu sudah berada dibawah LP Ma’arif,” ujar Muhammad.

Gus Makki mengatakan, tidak adanya pendidikan tingkat MI di Desa Padang ini merupakan PR besar bagi pengurus PC Ma’arif. Dan diharapkan langsung ditindak lanjutinya.

“Kami minta ketua PC LP Ma’arif NU Banyuwangi segera menindak lanjutinya, kenapa kok tidak ada Mi di Desa Padang ini, nanti akan dibantu pak Kades Padang” kata Gus Maki sembari memberikan intruksi kepada Ketua LP Ma’arif Banyuwangi, Zaki Al Bubaroq yang kebetulan juga hadir dalam acara tersebut.

Sontak saat itu juga, Ketua LP Ma’arif NU, Zaki Al Mubarok menyatakan akan menindak lanjuti intruksi tersebut. “Saya akan langsung menindaklanjuti hal ini, dalam waktu dekat. Tentunya nanti harapan kami juga didukung oleh semua pihak, baik warga NU , Kepala Desa maupun jajaran pengurus MWC dan Ranting NU setempat,” ujur Zaki.

Setelah mengevaluasi lembaga Pendidikan Ma’arif di Desa Padang, Gus Maki, beralih ke Ranting NU Desa Padang. Kebetulan di Desa Padang sendiri ada dua ranting NU, yaitu Ranting NU Padang 1 dan Ranting NU Padang 2.

“Kalau Ranting NU Desa Padang dospundi (Gimana), Apa Kegiatanya?,” Tanya Gus Maki.

Salah satu Pengurus Ranting NU Padang 1 menjawab, bahwa kegiatan ranting NU di Desa Padang ini sebatas pengajian tahlilan setiap minggunya di mushola.

“Kegiatan kami saat ini tahlilan gus, untuk kegiatan lainya masih belum ada,” ujurnya

Lalu Gus Makki meminta agar kegiatan Ranting NU tidak hanya sebatas tahlilan saja. Akan tetapi juga melaksanakan kegiatan lainya untuk kemaslahatan umat.

“Jangan tahlilan saja itu sudah identitas kita. Wong NU Yo mesti tahlilan, buat kegiatan lainya yang bermanfaat bagi masyarakat atau warga NU di Desa Padang ini. Jika menemukan kendala atau kesulitan segera berkordinasi dengan pengurus MWC biar nantinya diteruskan ke PCNU Banyuwangi,” kata Gus Makki.

Terakhir Gus maki Meminta, kepada seluruh pengurus NU, lembaga dan banom NU kabupaten Banyuwangi, untuk menyerap aspirasi dari jajaran NU tingkat Ranting. Sebab permasalahan yang dihadapi ranting dalam mengemban amanah organisasi sangat berat.

“Inilah gunanya Sobo Deso, kita bisa mengetahui apa yang menjadi permasalahan dan problem di tingkat ranting. Jangan dipikir organisasi kita ini organi besar, terus tidak ada kendala. Masih banyak yang harus kita benahi. Makanya saya berkomitmen, sampe teklek sikilku ( patah kakiku) akan menggelar Sobo Deso karena bisa mengaletahui kondisi ranting yang merupakan ujung tombak NU,” Pungkas Gus Makki.

Untuk kegiatan Sobo Deso berikutnya tanggal 15 Juli 2020, bertempat di Desa Singolatren, Kecamatan Singonjuruh. (Hermawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here