Home Berita Aktual Sobo Deso : PCNU Tekankan Ranting Bantu Kerja LP. Ma’arif dan Lazisnu

Sobo Deso : PCNU Tekankan Ranting Bantu Kerja LP. Ma’arif dan Lazisnu

131
0
Kegiatan Sobo Deso yang dilaksanakan di Kantor Desa Gendoh Kecamatan Sempu.

Sempu, NUOB- “Cara menyapa warga NU tidak cukup hanya dikasi Ceramah dan Istigosah. Kita mesti hadir ketika ada warga NU yang nggak bisa beli sepatu untuk anaknya atau tidak punya uang untuk berobat. Oleh karena itu, Lazisnu dan LP. Ma’arif mesti jadi ujung tombak,” tegas Gus Makki saat membuka sharing Sobo Deso di Kantor Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Minggu (04/07).

Gus Makki berpesan agar Pengurus Ranting NU terlibat dalam membantu urusan masyarakat di segala lini, baik sosial, kesahatan maupun pendidikan.

“Pengurus Ranting harus mendorong Warga NU di masing-masing wilayah untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah LP. Ma’arif. Membantu kerja Lazisnu serta bisa bersinergi dengan Pemerintah Desa, karena Ngurusi NU tidak bisa sendirian.” pesan Gus Makki kepada Ranting NU.

Shraring Sobo Deso di Kantor Desa Tegalarum Sempu.

Dalam sharing ini PCNU juga mendengarkan keluh kesah dan usulan dari masing-masing Ranting. Salah satu peserta mengusulkan agar PCNU nantinya mampu menyusun buku Sejarah NU Banyuwangi secara Konferhensif antar Periode. Menurutnya Sejarah penting ditulis agar kelak Generasi Muda NU di Banyuwangi tidak kehilangan tongkat.

Selain di Desa Tegalarum, malam harinya acara Sobo Deso juga digelar di Desa Gendoh Kecamatan Sempu.

Dalam kesempatan sharing salah satu Guru MI Sunan Ampel Gendoh menyampaikan keluh kesahnya, ia mengatakan bahwa selama ini kebanyakan Wali Murid di Desa Gendoh, masih lebih memilih sekolah Negeri ketimbang Sekolah Swasta, selain dianggap lebih bergengsi, sekolah-sekolah itu juga memberikan berbagai paket gratis saat PPDB.

“Tahun ini sebenernya kita dapat murid lumayan banyak, tapi ketika sekolah lain menawari seragam, buku dan sepatu gratis akhirnya separuh dari calon murid kami pindah haluan,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia juga menceritakan bagaiamana perjuangan Guru-guru MI untuk meningkatkan sararana dan prasarana demi menarik siswa. Ia mengaku dirinya dan guru lainya rela tidak menerima gaji untuk membeli Mobil jemput sekolah.

“Kami rela tidak menerima gaji, karna gajinya diapake buat bayar kredit mobil antar jemput anak-anak,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Gus Makki menghimbau kepada seluruh Pengurus Ranting NU dan Banom yang hadir untuk tidak membiarkan Kepala Sekolah bekerja sendiri. Menurutnya hal ini harus menjadi kerja bersama. Kepala Sekolah fokus menata manajemen sekolah dan proses belajar mengajar sementara pengurus Ranting, Lembaga dan Banom membantu mengarahkan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di Sekolah.

“Wes Ayo bagi tugas, Kepala Sekolah ngurusi sekolahan, Kita yang cari murid. Kalo bisa satu pengurus bawa dua siswa,” tegas Gus Makki.

Sementara itu, Ketua LP. Ma’arif NU Kabupaten Banyuwangi Zaki Al-Mubarok mebambahkan bahwa LP. Ma’arif siap untuk membantu san mendampingi MI Sunan Ampel Gendoh. Dengan Sumberdaya yang ada hari ini Zaki optimis LP. Ma’arif bisa memberikan bantuan dan solusi bagi lembaga di bawah naungannya.

“Kita punya banyak pakar pendidikan, nanti kita bisa Upgrade ulang Manajemen di Sekolah-sekolah. Untuk sarana dan prasarana kita bisa bantu untuk carikan jalan, baik aksek ke Pemerintah Daerah, Provinsi maupun pusat,” pungkasnya.

Acara yang diselengarakan di Kantor Desa Gendoh Kecamatan Sempu ini, berjalan secara teratur serta menerapkan Protokol Kesehatan. (Noe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here