Home / Berita Aktual / Wakil Katib Syuriyah : Munafik Jika Tak Sedih Atas Meninggalnya Orang Alim

Wakil Katib Syuriyah : Munafik Jika Tak Sedih Atas Meninggalnya Orang Alim

Banyuwangi, NUOB – Tepat tujuh hari meninggalnya Pengasuh Pondok Pesantren al-Anwar, Rembang, KH. Maimoen Zubair, PCNU Banyuwangi menggelar doa bersama di Musala lantai II Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (12/8) malam.

Tahlil dihadiri Puluhan Pengurus Syuriyah, Tanfidziyah dan Nahdliyin Banyuwangi. Tahlil dipimpin Wakil Katib Syuriah PCNU Banyuwangi KH. Ahmad Luayyi, Selepas pembacaan Tahlil Kyai Luayyi dalam sambutannya mengatakan bahwa umat muslim Wajib merasa sedih dengan Wafatnya ulama, karena Meninggalnya ulama adalah salah satu cara Alloh mengangkat Ilmu.

“Mengutip hadist Rasulullah SAW dalam sebuah kitab: Barangsiapa yang tidak sedih dengan kematian ulama maka dia adalah munafik, munafik, munafik. Penegasan cap munafik sampai diucapkan tiga kali,” tutur Pengasuh Syafa’atul Anwar, Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Kemudian, lanjutnya, hikmah yang patut diteladani oleh umat islam adalah ketawadhuannya. Diantaranya: oleh santri, Mbah Moen tidak hentinya untuk didoakan khusnul khotimah. Sosok Mbah Moen masih butuh doa dari santri-santrinya, luar biasa sekali.

“Juga kemudian Mbah Moen sosok ulama yang konsisten terus mengaji, ngaji, dan ngaji. Subhanallah,” tutur dia di hadapan puluhan nahdliyin yang hadir saat itu yang terdiri dari lembaga dan Badan Otonom (Banom).

Selain itu, Kiai Luayyi mengingatkan atas kesalahan yang jamak dilakukan oleh umat muslim. Seharusnya kepada orang yang sudah meninggal tidak didoakan khusnul khotimah, karena telah meninggal.

“Harapan doa khusnul khotimah diucapkan atau didoakan sebelum meninggal, bukan selepasnya. Kalau sudah meninggal tepatnya didoakan diampuni dosanya dan di sisih-Nya termasuk golongan orang-orang yang baik,” tutur Kiai Luayyi.

Senada keteladanan penting yang tetap diinternalisasi, Wakil Ketua PCNU Banyuwangi Arif Fauzi mengatakan KH. Maimoen Zubair tokoh penting yang tinggi ilmu dan rendah hati.

“Akhlaq inilah yang jarang ditemukan oleh umat muslim saat ini. Jamak ditemukan sebaliknya, ilmu masih rendah sudah berani menuding umat dengan tuduhan yang tidak benar, fitnah, dan keburukan lain yang disebabkan kerendahan ilmu dan akhlaq,” tutur Arif.

Karenanya, lanjut dia, pelaksanaan kegiatan tahlil ini penting tidak hanya dilaksanakan hanya mengamalkan amaliyah NU. “Melainkan dari kegiatan ini penting untuk dapat diambil hikmah dari keteladanan dari akhlaq KH. Maimoen Zubair,” tutupnya. (sholeh, nuob)

Comments

comments

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Santap Bersama Opor Ayam Kalkun, Tanda Peresmian Kantor Baru Pelayanan Bantuan LAZISNU Banyuwangi

Banyuwangi – Jalan Kepundungan No 9, Kecamatan Srono, Ahad (10/11/2019) mendadak ramai hiruk-pikuk tamu undangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *