• logo nu online
Home Warta Berita Aktual Kabar Nahdliyin Khutbah Badan Otonom Bahtsul Masail Pesantren Ulama NU Opini
Selasa, 6 Desember 2022

Badan Otonom

Fatayat

Tim USAID ERAT dan Fatayat Banyuwangi Bersinergi Atasi Stunting

Tim USAID ERAT dan Fatayat Banyuwangi Bersinergi Atasi Stunting
Kunjungan silaturahmi TIM USAID ERAT dengan Fatayat Banyuwangi di kantor PCNU (Foto: NUOB)
Kunjungan silaturahmi TIM USAID ERAT dengan Fatayat Banyuwangi di kantor PCNU (Foto: NUOB)

Banyuwangi, NUOB

Tim United States Agency for International Development (USAID) dengan program tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan kuat (ERAT) yang fokus menangani tata kelola pemerintahan dan layanan publik dan co-design dalam merancang detail program di masing-masing satuan kerja di daerah. Kali ini tim USAID ERAT hadir ke Banyuwangi untuk memfokuskan isu Nasional tentang STUNTING karena angka stunting di Banyuwangi masih tinggi.
 

Ternyata hal ini selaras dengan penanganan stunting di Banyuwangi yang dilakukan oleh Pengurus Cabang (PC) Fatayat Banyuwangi yang sudah berjalan sejak 2 tahun belakangan ini.

 

Sekretaris PC Fatayat Banyuwangi  Liya Ilyana mengungkapkan, berawal dariketertarikan USAID dengan program dari PC Fatayat Banyuwangi, hingga akhirnya ingin melakukan Kerjasama.


 

"Ketika ketua PC Fatayat Banyuwangi di undang oleh Dinas Kesehatan untuk menjelaskan apa saja yang dilakukan dalam menangani stunting di Banyuwangi, tim USAID tertarik dengan kegiatan-kegiatan tersebut dan ingin melakukan kerjasama," tutur Liya Ilyana. Kamis, (7/722).

 

Berlanjut dari undangan Dinas Kesehatan, Tim USAID dan PC Fatayat Banyuwangi menggelar kunjungan silaturahmi bertempat di Kantor Pengurus Cabang NU Banyuwangi sebagai tahap assessment dari tim USAID untuk melihat cara kerja Fatayat menangani stunting di Banyuwangi.
 

"Kita masih sharing untuk di lihat bentuk nyata yang dilakukan Fatayat dalam menangani stunting padahal menurut tim USAID, Fatayat ini bukan pemegang anggaran dan menggunakan swadaya sendiri tetapi bisa membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat," papar Liya sapaan akrabnya.
 

Adapun yang dilakukan PC Fatayat Banyuwangi dalam menangani stunting diantaranya tidak hanya pada anak-anak tapi juga pada remaja, karena anak yang sehat berawal dari ibu yang sehat. Fatayat juga fokuskan dalam penanganan stunting di pondok pesantren yang jarang di sentuh oleh bantuan pemerintah.


 

Perlu diketahui beberapa program fatayat yakni Permata Intan (pemberian tamblet tambah darah untuk remaja putri mencegah dari penyakit anemia) yang kurang lebih ada 50 pondok pesantren di Banyuwangi yang sudah di kunjungi.

 


Sukses dengan program Permata Intan, PC Fatayat akan melanjutkan beberapa program Gencar (gerakan mencari santri TBC), Gertak PHBS (gerakan santri cinta prilaku hidup bersih dan sehat) di kemas dalam Fatayat go to ponpes.


Program ini akan dilaksanakan awal Juli, ada 20 ponpes yang akan di kunjungi. PC Fatayat akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan di tiap kecamatan melalui puskesmas.


 

"semoga kerjasama ini bisa sukses dan bersama mewujudkan program pemerintah dalam menangani stunting," pungkas Liya.


Badan Otonom Terbaru