• logo nu online
Home Warta Berita Aktual Kabar Nahdliyin Khutbah Badan Otonom Bahtsul Masail Pesantren Ulama NU Opini
Jumat, 1 Juli 2022

Berita Aktual

Banyuwangi Launching sebagai Bumi Sholawat Badar

Banyuwangi Launching sebagai Bumi Sholawat Badar
Penandatanganan Banyuwangi sebagai Bumi Sholawat Badar oleh Rais 'Aaam PBNU (Foto: Wafa/NUOB)
Penandatanganan Banyuwangi sebagai Bumi Sholawat Badar oleh Rais 'Aaam PBNU (Foto: Wafa/NUOB)

Banyuwangi, NUOB
 

Masyarakat Indonesia tentu sudah tak asing dengan Sholawat Badar. Pasalnya, karya masterpiece sholawat Badar memiliki reputasi hingga di kancah internasional.
 

Pencipta sholawat ini yakni KH. Ali Mansyur Siddiq, yang telah mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai Jer Basuki Mawa Beya saat acara haul ke-51 kiai tersebut di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat malam, 3 September 2021 lalu.

Shalawat Badar telah menjadi semacam lagu wajib di acara-acara NU dan pada perkembangannya sering dilantunkan oleh masyarakat luas di luar acara-acara NU.
 

Konon, Shalawat Badar saat itu juga dipakai untuk menandingi lagu ‘Genjer-genjer’ PKI. Shalawat Badar digunakan untuk mengobarkan semangat warga NU dan umat Islam untuk melawan partai terlarang tersebut.
 

Alasan kabupaten Banyuwangi launching sebagai Bumi Sholawat Badar ialah, dikarenakan Kyai Ali melahirkan bait-bait itu pada 1926 di Bumi Blambangan.
 

Ketua Pengurus Cabang NU KH. Ali Makki Zaini dalam sambutannya, menyerahkan nama Bumi Sholawat Badar kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani agar seterusnya bagaimana nama ini di kembangkan.
 

"Setelah ini kami serahkan kepada bunda Ipuk bagaimana nama ini dibawanya," ungkap Gus Makki sapaan akrabnya.
 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa warisan seperti sholawat badar harus segera dipatenkan dengan adanya pendaftaran hak cipta.

Sebab jika warisan budaya tak benda  maupun kekayaan intelektual semacam itu masih ada kemungkinan diklaim oleh pihak lain, atau bahkan negara lain.
 

"Saya berpesan agar sholawat ini segera di hak cipta agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, seperti diklaim oleh negara lain," kata Khofifah.
 

Khofifah mengingatkan bahwa peresmian Banyuwangi sebagai Bumi Sholawat Badar merupakan hal yang sangat sesuatu.
 

"Jadi tadi yang sudah ditandatangani adalah hal yang sangat sesuatu," tegasnya.


Berita Aktual Terbaru