• logo nu online
Home Warta Berita Aktual Kabar Nahdliyin Khutbah Badan Otonom Bahtsul Masail Pesantren Ulama NU Opini
Rabu, 17 Agustus 2022

Berita Aktual

PKPT

Meet Up III, PKPT IPNU IPPNU IAI Ibrahimy Genteng Diskusi 'Berguru atau Menggurui ?'

Meet Up III, PKPT IPNU IPPNU IAI Ibrahimy Genteng Diskusi 'Berguru atau Menggurui ?'
Angkatan Al Faruq bersama Imam Mashuri dalam Meet Up III PKPT IPNU IPPNU IAI Ibrahimy Genteng-Banyuwangi (Foto: Mutaslimah/NUOB)
Angkatan Al Faruq bersama Imam Mashuri dalam Meet Up III PKPT IPNU IPPNU IAI Ibrahimy Genteng-Banyuwangi (Foto: Mutaslimah/NUOB)

Genteng, NUOB

Menjadi ciri khas perguruan tinggi, diskusi seakan menjadi konsumsi pokok bagi seorang mahasiswa. Seperti yang dilakukan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi.

Adalah Meet Up 3 untuk angkatan ke-13 yang kerap disebut angkatan Al-Faruq. Diskusi dengan tema 'Berguru atau Menggurui' dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ini berjalan gayeng, bertempat di serambi masjid IAI Ibrahimy Genteng, Rabu (24/11/2021).

Ketua IPPNU angkatan Al-faruq Jamillatul Rosita mengatakan bahwa, diskusi yang dilaksanakan bersama salah satu Dosen IAI Ibrahimy yakni Imam Mashuri ini, demi mewujudkan mahasiswa yang kritis secara akademis melalui sarana berdiskusi.

“Sesuai dengan kapasitas kita sebagai seorang mahasiswa, diskusi merupakan santapan sehari-hari untuk kita,” ungkap Rosita.

Sementara itu ketua IPNU angkatan Al-Faruq Robi Fahmi mengungkapkan, Meet Up ini dilaksanakan juga demi mengisi kegiatan rutinan yang bertujuan untuk mengikat emosional dan menjaga komunikasi antar anggota.

“Harapan dengan adanya meet up III ini, kita Angkatan Al-faruq jangan sampai putus silaturrahim dan hilang kebersamaan, karena biasanya ada beberapa komunitas atau kelompok tertentu yang awalnya terlihat baik-baik saja tapi endingnya pisah atau bahkan terpencar sendiri-sendiri. Dan itu menjadi kekhawatiran saya sebagai ketua Angkatan. Oleh karena itu, cara saya mengikat mereka yaitu dengan terus berkomunikasi dan berdiskusi bersama.” Ucap Robi sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Robi memaparkan isi  diskusi kali ini, menurutnya dalam mempelajari ilmu agama setiap muslim harus berguru guna menjaga orisinalitas ilmu yang dicari. Akan tetapi jika untuk pengetahuan umum, seseorang bisa menjadi guru dan berguru kepada siapapun.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang kurang baiknya memiliki sifat menggurui atau menganggap dirinya adalah orang yang paling tahu.

Hal itu selaras dengan yang dijelaskan Imam Mashuri dalam diskusi kali ini. “Dalam mempelajari ilmu Agama, ilmu Aqidah dan ilmu Tauhid atau Ketuhanan, setiap muslim harus memiliki guru. Artinya, dalam bidang ini mereka wajib berguru guna menjaga sanad keilmuan dan dalam mempelajari ilmu agama itu harus tulu zaman (masa yang lama) atau berproses secara terus-menerus,” jelasnya.

“Namun, jika hanya sekedar mempelajari pengetahuan umum, setiap orang  bisa menjadi guru serta bisa menambah pengetahuan dan wawasannya pada youtube atau media sosial lainnya” lanjut Imam Mashuri.

Di akhir forum, Imam Mashuri berpesan bahwasanya berorganisasi itu harus mendatangkan manfaat, paling tidak untuk diri sendiri. Dalam hal akademik ia juga berharap kepada anggota PKPT IPNU IPPNU IAI Ibrahimy, setiap tahunnya ada yang menjadi nominasi skripsi terbaik. (Mutaslimah/Riv)


Editor:

Berita Aktual Terbaru