• logo nu online
Home Warta Berita Aktual Kabar Nahdliyin Khutbah Badan Otonom Bahtsul Masail Pesantren Ulama NU Opini
Rabu, 17 April 2024

Berita Aktual

LP Ma'arif

UNESCO dan IGCN Gandeng LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Kembangkan Pendidikan Inklusif Berbasis Keagamaan

UNESCO dan IGCN Gandeng LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Kembangkan Pendidikan Inklusif Berbasis Keagamaan
Ketua LP Ma'arif PCNU Banyuwangi, Zaki (tengah) lakukan MoU dengan UNESCO dan IGCN.
Ketua LP Ma'arif PCNU Banyuwangi, Zaki (tengah) lakukan MoU dengan UNESCO dan IGCN.

NUOB, Banyuwangi 
UNESCO bersama Indonesia Global Compact Network (IGCN) berkolaborasi dengan Kupuku Indonesia, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi dan Yayasan Karmel Keuskupan Malang menandatangani Nota Kesepahaman program kolaborasi bertajuk “Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education”.

Penandatanganan ini dilakukan di Menara Thamrin, Selasa kemarin (28/02).

Salah satu program kolaborasi yang ingin diadakan adalah konsep sekolah lintas agama.

Sekolah lintas agama ini akan diuji coba pada tingkat TK, SD, SMP, SMA yang ada di Lembaga Pendidikan NU Ma’arif Banyuwangi beserta Yayasan Karmel Keuskupan Malang.

"Prom kolaborasi ini diusung oleh UNESCO bersama IGCN untuk meningkatkan mutu pendidikan dan lulusannya dengan mengacu pada konsep ideal," ujar Zaki AlMubarok, Ketua LP Ma'arif PCNU Banyuwangi kepada tim NUOB, Kamis (2/3).

Y.W. Junardy, selaku Presiden IGCN mengatakan bahwa program sekolah lintas agama ini diusung dengan tujuan kebersamaan.

"Kita ada acara di sini dan pertama kali ini kita bikin antara Malang dan Banyuwangi, supaya orang-orang berpikir bahwa ini adalah suatu kolaborasi antar agama yang tujuannya untuk meningkatkan kebersamaan, pengetahuan bersama, toleransi," jelas Junardy dalam catatan terpisah.

Pihak Yayasan LP NU Ma'arif Banyuwangi dan Yayasan Keuskupan Karmel Malang adalah yayasan swasta yang dipilih oleh UNESCO dan IGCN karena dinilai memiliki dasar agama yang kuat serta jumlah sekolah-sekolah yang cukup banyak.

Menurut Junardy, UNESCO ingin mengusung konsep "the future of education" dengan arti pendidikan harus memperhatikan masalah agama.

Program baru ini mendapat respon positif dari Ketua LP Ma'arif NU, Zaki Al Mubarok dan Ketua Yayasan Karmel Keuskupan Malang, RP. Ignatius Joko Purnomo.

“Kerjasama dengan Kupuku Indonesia dan Yayasan Karmel ini penting untuk tetap memastikan semangat moderasi beragama di LP Ma'arif PCNU Banyuwangi seperti spirit Ukhuwah Basyariah sebagai salah satu platform pendidikan Nahdlatul Ulama," ujar Zaki.

Ia berharap, Kerjasama ini dapat memperkuat pengembangan pendidikan inklusif berbasis keagamaan di Indonesia khusunya di Banyuwangi.

"Semoga kerja bersama ini dapat membawa lompatan kemajuan untuk Pendidikan NU di Banyuwangi," pungkasnya. 


Editor:

Berita Aktual Terbaru