Hormati Jasa Pahlawan, LAZISNU Berikan Bantuan Pada Veteran Kemerdekaan Se-Banyuwangi

$rows[judul]

Banyuwangi, NUOB

Bulan ini menjadi bulan khidmat bagi Lazisnu Banyuwangi dalam memperingati kemerdekaan. Pasalnya, menyambut hari kemerdekaan Lazisnu Banyuwangi memiliki beberapa agenda meskipun di tengah pandemi sebagai wujud bakti kepada negara.

“Karena bulan Agustus tahun ini bertepatan dengan bulan muharram maka agenda Lazisnu yaitu berbagi berbagi tali asih kepada para veteran se-Kabupaten Banyuwangi yang serentak dilakukan pada tanggal 17 Agustus,” tutur Imron Rosyadi, ketua Lazisnu Banyuwangi.

Ada 113 veteran yang akan di kunjungi pengurus Lazisnu se-Kabupaten Banyuwangi dari masing-masing PAC dan Ranting yang akan turun ke rumah-rumah untuk mentashoruf veteran sebagai wujud terima kasih NU kepada para pejuang.

Berikutnya, di moment muharram ini juga mengadakan kegiatan santunan yatim serentak se-Kabupaten Banyuwangi mulai 17 Agustus sampai 20 Agustus. Kegiatan ini akan bergerak dari masing-masing ranting Lazisnu selain santunan pada yatim, duafa dan isoman juga melakukan bersih-bersih rumah anak yatim minimal satu ranting satu rumah sebagai bakti pada negeri untuk mengisi kemerdekan.

“Mengawali kegiatan pada malam kemerdekaan dengan melakukan podcast atau mengangsu ilmu bersama Pengurua DPC LVRI Kabupaten Banyuwangi membahas tentang perjuangan bapak-bapak veteran kita yang memperjuangkan kemerdekaan. Agar kita yang masih muda ini tahu betapa pentingnya arti kemerdekaan,” Jelasnya.

Narasumber pada podcast tersebut di hadiri oleh tiga veteran yang dulunya merupakan bagian dari veteran pembela kemerdekaan (trikora dan seroja). Para veteran tersebut menceritakan bagaimana perjuangannya dalam membela kemerdekaan bahkan masih ingatannya masih kuat. Di akhir sesi podcast, Lazisnu memberikan secara simbolik tashoruf kepada narasumber.

“Kami sangat berterima kasih kepada PCNU Banyuwangi yang peduli terhadap pejuang berarti membuktikan bahwa NU cinta kemerdekaan tidak berhenti berjuang bersama para pejuang. Saya sangat terharu ketika waktu itu saya mendengar ketua PCNU bersama nahdliyin mengatan NKRI harga mati, pancasila jaya. Semoga para pemuda tetap cinta dan bangga menjadi bangsa Indoonesia dan mengamalkan pancasila serta UUD 1945,” Pungkas Kusnari, salah narasumber podcast. (Vina/nuob)