Jadi Pemateri Madrasah Pancasila, Gus Makki: Ini Bengkel Akhlak dan Mental Pemuda

$rows[judul]

Banyuwangi, NUOB

Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU Banyuwangi) KH Ali Makki Zaini mengajak seluruh generasi muda agar memanfaatkan road show Madrasah Pancasila sebagai bengkel akhlak dan metal nasionalisme.

Road show Madrasah Pancasila ini diselenggarakan oleh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila berkolaborasi dengan PCNU Banyuwangi dan TIMES Indonesia. Yang mana acara ini nantinya akan dilaksanakan secara maraton pada 5 dapil di Kabupaten yang berjulukan sejuta destinasi wisata ini. 

Kegiatan yang diawali pada hari ini, di aula PCNU Banyuwangi dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dari berbagai elemen pemuda dan organisasi kemasyarakatan atau ormas. Layaknya madrasah, kegiatan ini bisa dijadikan sekolah untuk memperkuat mental dan moral.

"Manfaatkan ini sebagai bengkel untuk memperbaiki moral dan mental yang sudah goyah. Gunakan kesempatan ini sebagai tempat belajar ideologi kemerdekaan bersama-sama," Kata Gus Makki, panggilan akrab Ketua PCNU Banyuwangi, Kamis (19/8/2021).

Dalam paparannya, Gus Makki mengatakan jika generasi muda tidak memiliki ketahanan mental, maka dipastikan akan kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Sebab itu penting untuk menyamakan persepsi bersama dengan satu ideologi Pancasila.

"Seiring kemajuan pengetahuan dan teknologi, peradaban yang berbasis fisik dan historis semakin kehilangan pamor. Bangsa yang kuat tidak boleh terlena akan kejayaan. Nasionalisme akan mengikat rakyat Indonesia yang majemuk menjadi satu bangsa. Itu fakta historis yang terus harus dipertahankan sampai kapanpun," tegasnya.

Sebagai bangsa Indonesia yang sudah merdeka selama 76 tahun ini, Gus Makki mengajak generasi muda untuk menolak lupa dengan perjuangan pahlawan terdahulu.

Semangat perjuangan para pendahulu bangsa tersebut, menurutnya harus ditransfer kepada seluruh masyarakat Indonesia. Jiwa nasionalisme tersebut akan membentuk ketahanan budaya termasuk dalam menghadapi globalisasi.

"Nasionalisme sebagai produk dari mindset akan luntur jika tidak dilakukan pemeliharaan ideologi bersama. Kenali sejarah perjuangan para ulama dalam merebut mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dan warisi semangat mereka," ucap Gus Makki.

Sementara itu ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Zamroni, SH menyampaikan dengan jiwa nasionalisme yang berkobar, diharapkan generasi muda di Banyuwangi dapat memiliki mental kuat agar mampu menepis pengaruh negatif dan perubahan moral dampak globalisasi zaman.

"Dengan memperkuat moralitas dan etika melalui pendidikan Pancasila, kami berharap generasi di Banyuwangi tidak terdegradasi secara mental dan moral," ungkap Zamroni.

Menurutnya, Banyuwangi adalah salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki karakteristik kuat dari sisi kebudayaan dan kearifan lokalnya. Masyarakatnya terkenal ramah dan senang bergotong royong. Kerukunan adat dan umat beragama juga tercermin dari Banyuwangi.

"Agar kerukunan ini tidak hancur akibat budaya asing maka ideologi kecintaan tanah air harus diperkuat. Adalah peran kami untuk membentengi generasi kami," tegas Zamroni saat memberikan sambutan dalam Acara Road Show Madrasah Pancasila di aula kantor PCNU Banyuwangi. (Ris/NUOB)