• logo nu online
Home Warta Berita Aktual Kabar Nahdliyin Khutbah Badan Otonom Bahtsul Masail Pesantren Ulama NU Opini
Senin, 26 September 2022

Kabar Nahdliyin

Ketua PCNU Banyuwangi Ingin Kader NU Berdakwah Dengan Cara Kekinian

Ketua PCNU Banyuwangi Ingin Kader NU Berdakwah Dengan Cara Kekinian
Ketua PCNU Banyuwangi saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi dan Sobo Deso, di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (FOTO: Ali Wafa)
Ketua PCNU Banyuwangi saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi dan Sobo Deso, di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (FOTO: Ali Wafa)

BANYUWANGI, NUOB

 

Sebagai organisasi terbesar, eksistensi NU juga harus diimbangi dengan kondisi dan perkembangan masyarakat di masing-masing wilayah. Hal ini disampaikan langsung oleh ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU Banyuwangi(, KH Ali Makki Zaini pada acara Silaturahmi dan Sobo Deso ke-163.

 

Berlokasi di aula Kantor Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, acara ini diikuti oleh jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Banom, guru ngaji, guru sekolah yang ada di bawah naungan NU, dan lembaga. Selain itu turut hadir pula jajaran pemerintah Desa Jajag dan pengurus PCNU Banyuwangi.

 

Dalam sambutannya, Gus Makki sapaan akrabnya menyampaikan ranting Jajag memiliki keistimewaan tersendiri, karena termasuk desa yang sudah maju. Sehingga perlu adanya perlakuan khusus sesuai pemikiran masyarakat kota.

 

"Ranting Jajag itu beda dengan ranting lainnya, karena ada keistimewaan. Untuk itu cara menyiarkan NU di pedesaan dan kota itu berbeda, sementara Jajag itu termasuk kota" kata Gus Makki, Jumat (11/3/2022).

 

Gus Makki juga meminta agar syiar NU bisa dilaksanakan dengan gembira dan sesuai dengan pola hidup masyarakat kota. Baik dari segi kegiatan maupun dari sisi penampilan para pengurusnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jajag, Suparno, SH mengatakan perkembangan Syiar NU di wilayah desanya mengalami perkembangan yang cukup besar, terutama dalam kegiatan yang selalu melibatkan pemerintah Desa.

 

"Nahdatul Ulama yang ada di ranting Jajag ini sudah jauh melangkah ke sub ranting di 5 dusun. Beragam kegiatan juga terus ada, maka dari itu kami selaku pemerintah desa sangat memberikan support agar NU terus berkembang di Desa Jajag," cetusnya.

 

Perlu diketahui, pada acara Sobo Deso ke-163 ini rencananya akan dihadiri oleh wakil Tanfidziyah PBNU, Nusron Wahid. Namun pengurus pusat NU yang juga anggota DPR RI tersebut batal hadir dikarenakan ada agenda mendesak lainnya.

 

Untuk itu Kepala Desa Jajag secara khusus juga meminta acara peringatan 100 tahun lahirnya Nahdlatul Ulama bertempat di wilayahnya.

 

"Bahkan kami siap apabila nanti ultah Nahdlatul ulama ke 100 bisa di taruh di desa Jajag. Karena desa Jajag sendiri merupakan basisnya Nahdlatul ulama," ungkap Suparno, SH.

 

Terakhir Ia juga menitipkan masyarakatnya kepada PCNU Banyuwangi untuk diberikan bimbingan agar warga desa Jajag tetap damai, tetap rukun serta tidak ada keributan. Sehingga masyarakat tentram dan tidak menyusahkan para pihak keamanan. (Ris/NUOB)


Editor:

Kabar Nahdliyin Terbaru