Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi Gelar Ruyatul Hilal di Rooftop Kokoon

$rows[judul]

Banyuwangi, NUOB

Bulan Ramadan hampir berakhir. Kementerian Agama Banyuwangi melalui tim badan hisab dan rukyat (BHR) menggelar pemantauan rukyatul hilal, kemarin (11/5).

Pelaksanaan pemantauan rukyatul hilal penentuan 1 Syawal 1442 hijriah dilaksanakan di lantai 16 hotel Kokoon, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat.

“Kami tim badan hisab rukyat tetap melakukan pemantauan hilal untuk memastikan hasil hitungan posisi hilal, dalam rangka memastikan permulaan hari raya Idul Fitri tahun ini,” ungkap Ghufron Musthofa, Tim BHR Banyuwangi yang juga Ketua PC Falakiyah NU Banyuwangi.

Menurut Ghufron, prosesi rukyatul hilal hukumnya fardu kifayah dan bersifat taabudi atau ada nilai ibadah. Maka rukyatul hilal tetap digelar sebagai masukan kepada pemerintah dalam mengambil keputusan di sidang isbat.

Pelaksanaan rukyatul hilal dilaksanakan setiap 29 bulan hijriah untuk memastikan apakah malam 30 sudah masuk tanggal satu hijriah atau belum. Jika hilal belum terlihat, maka keesokan hari masih tanggal 30 dan istikmal bulan hijriah menjadi 30 hari.

Berdasarkan data hisab Pimpinan Wilayah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PW LFNU) Jawa Timur, kata Ghufron menunjukkan kemungkinan awal bulan Syawal 1442 bertepatan dengan hari Kamis (13/5). Hal tersebut dikarenakan ijtimak akhir Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada Rabu, (12/5).

“Hasil pemantauan kami, hilal masih belum terlihat. Karena memang secara hitungan hisab posisi bulan masih minus empat derajat di bawah ufuk. Jadi kemungkinan besar, bulan Ramadan ini sempurnakan atau istikmal 30 hari,” jelasnya lelaki yang juga Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LF NU) Banyuwangi ini.

Meskipun demikian, warga Nahdliyyin dan umat Islam di Banyuwangi hendaknya untuk menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang akan dilaksanakan pada Selasa petang.

 “Kepastian penentuan 1 Syawal atau Idul Fitri tetap menunggu hasil sidang isbat dari Kementerian Agama,” terang Gufron.

Pelaksanaan pemantauan rukyatul hilal di lantai 16 Hotel Kokoon Banyuwangi dilaksanakan secara terbatas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Mulai pengecekan suhu tubuh, mengenakan masker, dan menjaga jarak. “ Memang kita batasi agar tidak timbul kerumunan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus korona,” pungkasnya.(her)