Wakil Syuriyah MWC NU Kota Jelaskan Awal Mula Remaja Bisa Jadi Radikal

$rows[judul]

Banyuwangi, NUOB

Bahaya ancaman gerakan teroris dan ideologi radikal di Indonesia menjadi tanggungjawab bersama dalam membendungnya. Misalnya pelibatan aksi gerakan penyerangan/makar dan bom bunuh diri sering kali anak-anak muda dilibatkan.

"Karena itu, jangan sampai anak dan keturunan kita semua menjadi korban selanjutnya. Mulai hari ini kita harus bangun komunikasi dan kedekatan yang intens pada mereka !" pinta Wakil Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Ust. Fatah Zamroni saat mengisi kajian agama dalam safari ramadhan kali berikutnya yang diselenggarakan di Masjid al-Iman, Kelurahan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi pada Senin, 03 Mei 2021.

Di hadapan puluhan warga nahdliyin tersebut, Ust Fatah menyebutkan tingginya semangat anak-anak muda belajar ilmu agama tanpa memiliki filter-filter konten dakwah. Mereka kebingungan dalam mencari figur guru-guru agama saat ini, rerata hanya ikut-ikutan.

"Sehingga sangat mudah sekali mereka terdoktrin dengan pemikiran islam radikal yang secara khusus menilai sesamanya kafir dan tidak, syirik dan tidak, sampai pada tataran haram dan halal. Selamatkan anak-anak kita dengan menunjukkan semangat belajar keagamaan dengan jalan kebenaran ideologi rahmat lil alamin dan cinta tanah air," ungkapnya.

Dia menilai momentum safari ramadhan tahun ini yang diselenggarakan oleh MWC NU Banyuwangi menjadi media penting seluruh stakeholder untuk muhasabah. Begitu pun dalam membersamai atau komunikasi bersama anak-anak kita.

"Masih ada waktu kita bangun bersama kekuatan ideologi Ahlus Sunnah wal Jamaah. Mari kita berikhtiar sesuai dengan kapasitas dan profesi masing-masing. Semua memiliki peranan, sekecil apapun !" beber Ust Fatah menutup keterangannya.

Senada hal itu, Wakil Ketua Tanfidziyah Haikal Kafili menyebutkan, NU memiliki peranan terdepan kepada harakah ishlahiyah (gerakan perbaikan). Sebab NU sendiri organisasi perbaikan atau jam'iyah ishlahiyah.

"Kepada seluruhnya pengurus yang hadir kami meminta untuk saling mendukung dan menguatkan. Organisasi ini harus berkolaborasi dan bersinergi secara bersamaan !" kata Haikal.

Dia menganggap pertemuan malam itu salah satu langkah menginformasikan sekaligus sosialisasi program kerja pengurus kepada masyarakat. "Silaturahmi kali ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan biasa, namun juga menggali lebih dalam kebutuhan-kebutuhan masyarakat agar diakomodir secara proporsional oleh pengurus NU," katanya.

Kegiatan mingguan malam itu juga diadakannya santunan anak yatim dan dhuafa. Melalui program kebermanfaatan LAZISNU pun terpancar wajah-wajah bahagia mereka menyongsong hari raya idul fitri.

"Dalam kegiatan safari tahun ini, juga tidak ketinggalan memberikan santunan kepada warga melalui UPZIS ranting NU setempat," kata H. Kasiyanto selaku Ketua LAZIS MWC NU Kecamatan Banyuwangi.

Penyetoran hasil Koin Ramadlan kepada Pengurus Cabang LAZISNU Kabupaten Banyuwangi menjadi penghujung kegiatan malam itu. Koin Ramadhan sendiri digagas oleh pengurus cabang sebagai media dalam meningkatkan kepedulian pengurus masing-masing ranting kepada dhuafa dan anak yatim.

"Alhamdulillah atas kerjasama seluruh ranting NU se-Kecamatan Banyuwangi kita dapat memberikan kontribusi sebesar Rp 6.9 juta. Terimakasih atas seluruh partisipasi pengurus dan stakeholder," ujar Kasiyanto.

Secara akumulatif (se-Kabupaten Banyuwangi) gerakan program Koin Ramadhan masih terkumpul dana sosial sebesar Rp 254,86 juta. Nilai ini akan terus bertambah sampai akhir Ramadhan nanti.

"Masih ada 17 MWC NU yang sudah setor dari 25. InsyaAllah gerakan ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat yang kurang mampu," ujar Ketua PC LAZISNU Banyuwangi Imron Rosyadi saat dimintai keterangan NU Online.

"Dengan spirit melayani yang belum terlayani dan menjangkau yang belum terjangkau, kita akan terus bergerak memberikan manfaat,"  sambungnya.

Semakin lengkap kehadiran malam itu juga dihadiri langsung oleh sejumlah delegasi pengurus lembaga MWC NU Banyuwangi dan Banom. Pun turut hadir jajaran Wakil Ketua lainnya serta Sekretaris MWC NU Banyuwangi Hidayaturrahman. (shlh/nuob)