Home / Berita Aktual / Alumni Pondok Gasek, Ajak Ciptakan Suasana Kondusif

Alumni Pondok Gasek, Ajak Ciptakan Suasana Kondusif

Banyuwangi – Mencermati situasi politik nasional pasca pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Gasek Malang Rayon Banyuwangi berpesan agar masyarakat tetap arif dan bijak menyikapinya.

Ketua Alumni, KH. Hadi Sholihan menyampaikan keprihatinannya atas kejadian kerusuhan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab beberapa waktu lalu.

“Demokrasi harus dilandasi jiwa hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan. Hal anarkis yang tidak bertanggung jawab bisa merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Gus Hadi sapaan akrab KH. Hadi Sholihan saat ditemui NU Online Banyuwangi di sela-sela pertemuan alumni Pondok Pesantren Gasek Rayon Banyuwangi, tadi malam, (27/5).

Selanjutnya, masih kata Gus Hadi, pemerintah telah mengambil langkah sebagaimana mestinya dalam menghadapi dinamika politik. Diharapkan tetap sesuai dengan hukum dan prinsip demokrasi yang menjadi acuan dalam kehidupan bernegara. Aparat keamanan Polri dan TNI di lapangan pun telah berusaha melaksanakan tugasnya dengan maksimal. Sehingga diharapkan tetap santun, profesional, dan tidak terpancing melakukan tindakan represif yang tidak diinginkan bersama.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa dalam hal gerakan massa atau demo yang menyuarakan aspirasi politik masalah Pemilu dihimbau tetap damai, tertib, menaati aturan, dan menjauhi segala bentuk kekerasan. Lebih-lebih di bulan suci Ramadan bagi umat Islam yang mesti dimaknai dengan nilai-nilai luhur puasa dan akhlak mulia.

“Sehubungan dengan itu manakala terbukti menimbulkan dan membuka peluang bagi besarnya kemudaratan, maka menjadi lebih baik dan maslahat jika aksi masa itu dihentikan dengan mempercayakan masalah sengketa Pemilu pada proses hukum,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Muncar ini.

Sementara itu, Sekretris Ikatan Keluarga Alumni Pondok Gasek Malang Rayon Banyuwangi Muhammad Faishol mengajak semua pihak agar dapat menahan diri dan menghentikan semua bentuk sikap kurang baik dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Menurutnya, sungguh mahal harganya manakala Indonesia mengalami eskalasi kerusuhan dan anarki karena persengketaan politik Pemilu lima tahunan.

“Media sosial hendaknya dijadikan saluran yang menciptakan suasana tenang, damai, dan memupuk persatuan. Semua pihak juga diharapkan berhenti menyebarkan berita-berita yang belum tentu kebenarannya, apalagi yang hoaks. Pasalnya hal tersebut bisa menimbulkan keresahan, kebencian, perseteruan, dan permusuhan sesama keluarga bangsa Indonesia,” pungkas pria yang juga sebagai Wakil Ketua PC NU CARE-LAZISNU Banyuwangi ini.

Untuk diketahui, Pondok Pesantren Gasek adalah sebuah pesantren salaf yang bertempat di Kota Malang. Pesantren yang  diasuh oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar ini memiliki banyak alumni yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi. (Re)

Comments

comments

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Tahun ini Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Hadiri Acara Maulid Nabi di Karangrejo

Banyuwangi – Tiap tahun Pengurus Ranting NU Karangrejo melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *