Home Berita Aktual Haul Ke-70 : KH. Saleh Lateng, Teladan dan Penggerak NU dari Banyuwangi

Haul Ke-70 : KH. Saleh Lateng, Teladan dan Penggerak NU dari Banyuwangi

164
0

Banyuwangi, NUOB- Haul Kiai Saleh Lateng Ke-70 dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2020 di komplek pemakamannya bertepat di Masjid Kiai Saleh, Lingkungan Krajan, Keluraham Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Acara sakral itu, tahun ini dilaksanakan secara khidmat dengan mengedepankan aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Sebelum memasuki serambi masjid dan pusara Kiai Saleh Lateng seluruh jamaah diwajibkan cuci tangan pakai sabun, selanjutnya check pemakaian masker, cek suhu tubuh, hingga penjagaan jarak duduk jamaah satu dan lainnya. Seluruh proses tersebut mendapatkan pengawalan ketat oleh sejumlah Banser di wilayah kerja Kecamatan Banyuwangi.

KH. Akhmad Musollin didapuk sebagai pembicara yang sekaligus sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi. Di hadapan jamaah dan tamu undangan, Gus Musollin mengingatkan ada banyak ihwal dari Kiai Saleh Lateng yang patut ditauladani oleh seluruh generasi penerus, utamanya pada generasi muda NU.

“Mulai dari kiprahnya saat usia muda sebagai representasi pembelajar yang kuat. Sosok pejuang kemerdekaan. Hingga sebagai sosok penggerak NU dari Banyuwangi,” jelas Gus Musollin.

Dirinya mengajak seluruh orang tua kepada anak keturunannya agar lebih didekatkan kembali dengan para guru dan ulama. Supaya generasi bangsa ini tidak tercerabut dari akarnya seiring dengan perkembangan zaman yang kian dinamis.

“Potret pemuda saat ini, merupakan potret pemimpin di masa yang akan datang,” katanya.

Terlihat pula di antara jamaah yang hadir, Founder Komunitas Pegon Ayunk Notonegoro beserta rombongan. Saat dimintai keterangan, pihaknya membenarkan bahwa Kiai Saleh Lateng merupakan sosok ulama sekaligus penggerak Nahdlatul Ulama yang ideal.

“Bacaannya luas dan lintas madzhab menjadikan Kiai Saleh sebagai pejuang tangguh melawan paham wahabi dengan jargonnya kembali kepada al-Qur’an dan hadits. Dilanjutkan dengan perjuangan lainnya yang pada hilirnya mengantarkan beliau terlibat dalam pendirian Nahdlatul Ulama dari Banyuwangi,” kata Ayunk.

Sementara dari keterangan Cucu Kiai Saleh Lateng Ust. Rachman Zainuddin, kakeknya merupakan orang yang sabar.

“Kita semua selalu diingatkan agar selalu hormat kepada para guru-guru kita. Pada khususnya untuk tiap tahun, kakek berpesan agar selalu takdzim kepada Kiai Kholil Bangkalan dengan tiap tahun turut melaksanakan haul kirim doa bersama jamaah untuk Kiai Kholil Bangkalan,” Ust Rachman. (Sholeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here