Ini Cara Santri Bustanul Makmur Genteng, Peringati Hari Kemerdekaan

Genteng, NUOB- Ada cara tersendiri yang dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Bustanul Makmur Genteng dalam memeperingati Hari Kemerdekaan RI KE 73. Bukan hanya melaksankan upacara bendera, namun mereka juga melakakukan rangkaian kegiatan yang mulai Sholat dhuha istighosah, tasyakkuran dan diakhiri dengan makan bersama. Dalam kegiatan ini seluruh santri kompak menggunakan pakaian putih dengan sarung dan kopiyah yang diselipi atribut kecil bendera merah putih.

Acara dimulai dengan sholat berjamaah yang dilanjutkan dengan Istigosah yang di ikuti oleh seluruh santri untuk mendoakan para ulama dan syuhada’ yang dipimpin oleh ketua pengurus Pondok Pesantren. Seluruh santri nampak khidmat mengikuti itigosah hingga do’a.

Dalam kesempatan ini Ketua Pengurus Pondok Pesantren Busatanul Makmur Genteng menyampaikan bahwa dalam perjalanan sejarah Indonesia, santri memiliki perenanan penting, bukan hanya perjuangan secara ideologis, namun santri juga turut andil dalam melakukan perjuangan fisik.

“Santri dulu tidak hanya ngaji dan hafalan di pondok pesantren, namun mereka juga turut berjuang mengangkat senjata di medan perang”, ungkapanya, jumát (17/08) pagi.

Selain itu ia juga  mengingatkan kepada seluruh santri  santri agar lebih semangat lagi dalam segala hal kebaikan, terutama dalam menuntut ilmu. ketua pengurus menginginkan agar santri-santrinya menyiapkan prestasi-prestasi yang bisa dipersembahkan untuk mengharumkan nama keluarga, pesantren, terlebih lagi negara indonesia.

“73 tahun lalu lahir pejuang dan pahlawan yg tangguh untuk memperkenalkan nama indonesia ke dunia, maka hari ini, harus lahir generasi penerus, terutama santri yg tidak hanya bisa memerkenalkan nama indonesia, tapi juga mengharumkan namanya di kancah internasional”, pungkasnya.

Selanjutnya acara ditutup dengan  dengan Tasyakkuran dan makan bersama memperingati hari kemerdekaan. Tasyakuran diwujudkan dalam bentuk makan bersama di lapangan menggunakan daun pisang yang dibentuk menjadi angka 73, sebagai peringatan kemerdekaan ke-73 republik indonesia. Meski menu yang dihidangkan cukup sederhana, namun seluruh santri menikmati makanan yang telah disediakan oleh panitia. (Fahmi/Noe)

Comments

comments

Check Also

Rangsang Kewirausahaan, LPNU Banyuwangi Gelar Madrasah Rajut

Tegalsari, NUOB – Pengurus Cabang Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Banyuwangi mendorong warga nahdliyin untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *