Ketua PCNU Lepas Keberangkatan CJH Banyuwangi

Rogojampi, NUOB – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, H. Muhamad Ali Makki melepas keberangkatan rombongan calon jamaah haji (CJH) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Haromain di depan Masjid Baiturrohiem, Rogojampi, Ahad (21/7/2019).

Calon tamu Allah ini berkumpul di Masjid Besar Baiturrohiem Rogojampi sejak pukul 19.00. Mereka diantar keluarga, saudara, tetangga dan handai taulan. Suasana haru isak dan tangis mewarnai pemberangkatan CJH. Tidak sedikit diantara keluarga para pengantar yang meneteskan air mata, terutama saat adzan dikumandangkan mengantar keberangkatan CJH yang berangkat sembari melambaikan tangan.

Sebelum melepas pemberangkatan CJH tersebut, Ketua PCNU Banyuwangi, H.Muhamad Ali Makki menyampaikan kepada para jamaah KBIH Al Haromain yang merupakan KBIH di bawah naungan PCNU. “Semoga para jamaah calon haji KBIH Al Haromain mendapatkan predikat haji mabrur dan mabruroh,” ungkap Gus Makki.

Dalam kesempatan itu, Gus Makki atas nama PCNU menyampaikan bahwa orang berhaji karena Allah, dan berhaji adalah perjalanan menuju Allah. Makan orang yang berjalan menuju Allah tidak boleh membawa apa-apa. “Maka dunia, pangkat, jabatan, kekayaan harus diletakkan semua. Jika masih di bawa sampai di dalam hati, maka tidak sampai kepada panggilan Allah,”jelasnya.

Kedua, Gus Makki sapaan akrab H Muhammad Ali Makki juga berpesan agar jamaah calon haji KBIH Al Haromain mulai latihan huznudon kepada orang lain, dengan menganggap bahwa orang lain lebih baik daripada diri sendiri. “ Jika masih suudzon maka tidak akan ketemu dengan Allah,”terang Pengasuh Ponpes Bahrul Hidayah, Parijatah Kulon,Srono ini.

Hal itu penting, karena begitu tiba di tanah suci akan bertemu dengan banyak kaum muslim dari seluruh penjuru dunia dengan beragam cara beribadahnya yang kemungkinan tidak sama sepeti yang dilakukan umat Islam di Indonesia khususnya di Banyuwangi.

Ketiga, Gus Makki juga menitipkan pesan agar para CJH KBIH Al Haromain mematikan ponsel saat beribadah Tawaf, Sa’i dan melaksanakan ibadah lainnya di tanah suci.  “HP dimatikan jangan foto atau selfi disamping Ka’bah. Anda tamu Allah, ibarat orang masuk ke dalam rumah dan tuan rumah sudah menyambut, sementara anda baru masuk langsung foto-foto, bagaimana dengan sang tuan rumah. Jika ingin foto selesaikan ibadah dulu. Melaksanakan rukun haji tidak cukup dengan syariat tapi juga adab dan tata Krama juga harus diperhatikan,” imbuhnya.

CJH yang tergabung dalam KBIH Al Haromain juga diwanti-wanti agar melepas sandal sebelum masuk pintu gerbang masjid dan tidak sekali kali menginjakkan sandal di dalam areal masjid. Tidak hanya itu, saat berada di Madinah CJH KBIH Al Haromain agar tidak sembarangan selama berada di Raudlah dan hendaknya tidak berbelanja oleh-oleh di Madinah.  “Jangan sekali kali jamaah Al Haromain merekam dan berfoto di Raudlah. Karena sahabat saja melarang mengeraskan suara di depan Rasulullah. Jamaah yang mau masuk Raudloh jika mampu merangkak, kalau perlu ngesot. Karena di tempat itu ada Rasulullah SAW. Sekali lagi, adab dan tata Krama harus dijaga dan diperhatikan,” pungkasnya. (dy/Her)

Comments

comments

Check Also

Aklamasi Ketua MWCNU Tegalsari Terpilih, PCNU Banyuwangi Berikan Apresiasi

Tegalsari, NUOB – Konferensi MWC NU Tegalsari yang dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Huda, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *