Home / Berita Aktual / KH. Marzuqi Mustamar : Dengan NU, Membawa Islam yang Sempurna

KH. Marzuqi Mustamar : Dengan NU, Membawa Islam yang Sempurna

Muncar, Banyuwangi – Dengan ber NU, akan membawa pada jalan islam yang sempurna (kaffah). Pesan pembuka yang disampaikan KH. Marzuqi Mustamar di acara pengajian umum dalam rangka halal bi halal Pondok Pesantren Sabilul Rosyad yang dirangkai wisuda pelatih PC Pagar Nusa Banyuwangi, Desa Sidomulyobarat, Kecamatan Muncar, Senin (24/6) pagi.

“Dengan ber NU kita ber Aswaja, secara otomatis kita itu kaffah dalam mewarisi ajaran nabi yg sahih. Ikut Aswaja dijamin murni, tidak membuang ajaran nabi apapun,” kata kiai lulusan S2 UNISLA Lamongan.

Ia menambahkan, banyak sekali organisasi lain yang ngaku aswaja tapi tidak selektif dalam mengamalkan, mengawal, dan menjaga Aswaja. “Ajaran NU itu murni Aswaja, karena pendidikan NU yang ada di pondok tidak mengajarkan kitab syiah, kitab ihwanul muslimin, atau pun kitab wahabi,” tambahnya.

“NU itu berbeda dengan syi’ah yang hanya menerima ahlul bait dan menolak para sahabat. Itulah contoh kalau mereka tidak utuh dalam mewarisi ajaran kanjeng nabi. Jadi beragama model syi’ah itu tidak kaffah,” jelasnya di hadapan ratusan jama’ah yang hadir.

Berbeda dengan khawarij, sambungnya, mereka menerima sahabat nabi tapi menolak ahlul bait. Mereka tidak menerima hadits-hadits dari para ahlul bait.

“Ada yang menerima sahabat dan ahlul bait yaitu Mu’tazilah. Tapi mereka punya prinsip mendewakan agama, mereka berani menolak hadits bukhori muslim jika tidak masuk dalam nalar mereka,” tutur Kiai Marzuqi.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur itu meyakini bahwa NU yang menerima ajaran nabi seratus persen.

Kenapa harus NU, tambahnya, karena NU menjaga ahlus sunnah wal jamaah murni, super teliti, dan super hati-hati dalam memberikan keputusan.

“Beraswajalah, kita bisa mendapatkan ajaran nabi dengan lengkap dan akurat serta reliabel ! Bahkan seribu tahun lebih tak bisa dipatahkan hujahnya. Kalau kita ambil contoh, yaitu fatwa Imam Syafi’i dengan rentan waktu 1200 tahun lalu, tapi masih tetap dilakukan hujah-hujahnya,” terang pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Rosyad, Gasek, Malang.

“Pokok selamat kalau ikut NU, saya jamin. Tapi kalau ikut yang lain, saya tidak akan menjamin. Gimana bisa menjamin, wong banyak kelirunya,” tegasnya.

Murid dari KH Masduqi Machfudz Malang ini juga berharap bahwa kader NU harus seratus persen dalam ber NU. “Kalau bela agama itu wajib. Bagi NU, bela negara juga wajib. Kalau cinta rosul itu wajib. Bagi NU, cinta tanah air juga wajib,” pungkasnya. (Firdaus/Sholeh)

Comments

comments

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Tahun ini Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Hadiri Acara Maulid Nabi di Karangrejo

Banyuwangi – Tiap tahun Pengurus Ranting NU Karangrejo melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *