Suasana Ruang Presentasi NU Award 2018 untuk Kategori Lembaga.

LTN NU dan PC IPPNU Banyuwangi Lolos Grand Final NU Award

Surabaya, NUOB- Dalam rangka memacu kinerja dan memberikan apresiasi PCNU se- Jawa Timur, Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur kembali menggelar NU Award. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya melombakan kategori PCNU dan beberapa bidang, kali ini kategori yang dilombakan dalam NU Award lebih beragam. Kategori tersebut diantaranya,  Lembaga terbaik di masing-masing bidang, serta beberapa kategori Banom terbaik.

PCNU Banyuwangi yang baru saja melakukan masa transisi kepengurusan, meloloskan satu banom dan satu lembaganya dalam Grand Final NU Award 2018. Keduanya diwakili oleh LTN NU untuk kategori lembaga dan IPPNU untuk kategori Banom.

Barur Rohim, perwakilan dari Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdalatul Ulama (LTN NU) Banyuwangi menyampaikan, bahwa tidak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh LTN NU Banyuwangi dalam mengikuti NU Award tahu ini, dirinya bersama pengurus hanya melaporkan apa yang telah dilakukan oleh LTN Banyuwangi selama setahun terakhir.

Namun Ayung (sapaan akrab Barur Rohim) optimis bahwa program-program yang dilakukan oleh pengurus bisa menunjang kesuksesan di NU Award tahun ini.

“Memang tidak ada persiapan khusus, kami hanya melaporkan apa yang telah kami lakukan selama setahun terakhir”, ungkap Ayung saat ditemui NUOB di Kantor PWNU Jatim, Ahad (8/7).

Terkait dengan program-program utama dalam kepengurusan LTN NU Banyuwangi, Ayung menjelaskan bahwa ada tiga pokok yakni, penguatan media digital atau online, kepenulisan dan penerbitan. Untuk media digital, LTN NU melalui Banyuwangi NU Online mengembangkan website, radio streaming, Sidanu, dan berbagai platform media sosial.

Sedangkan dalam bidang kepenulisan, LTN NU Banyuwangi menggelar berbagai workshop kepenulisan dan jurnalistik. Beberapa kali juga menghelat bedah buku untuk merangsang dunia kepenulisan di kalangan nahdliyin.

Adapun dalam bidang penerbitan, telah meluncurkan beberapa judul buku. Di antaranya adalah Sejarah NU Banyuwangi, Jalan Pengabdian, Raudlatul Awam, dan lainnya. Selain cetak, juga melakukan digitalisasi kitab, naskah, maupun manuskrip kuno ulama Nusantara.

“Untuk menunjang proram-program tersebut kami sudah membentuk Badan Taktis. Ada NU Online, Komunitas Pegon, serta PCNU Banyuwangi press untuk penerbitan” ujarnya.

Semenetara itu, hal yang sama juga diungkapkan Bara Putri Rianda Hardiyanti ketua PC IPPNU Banyuwangi. PC IPPNU Kabupaten Banyuwangi tidak memasang target muluk-muluk dala keikutsertaan NU Award tahun ini. Namun Bara tetap optimis bahwa program-program kerja yang telah diakukan akan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kami gak miikir soal juara, yang pasti kita sudah melakukan yang terbaik dalam melaksanakan kepengurusan. Insyaalloh hasil tidak akan mengkhianati usaha”, ujar Bara dengan nada optimis.

Tahun ini PCNU Banyuwangi tidak mengikuti NU Award sebagaimana yang dilakukan tahun lalu, dikarenakan PCNU fokus pada penataan kepengurusan dan persiapan penyusunan program kerja. (Noe)

Comments

comments

Check Also

Warka Kelistrikan Muncar Salurkan Bantuan 15 juta

Banyuwangi, NUOB – Kepercayaan masyarakat kepada LAZISNU Banyuwangi saat ini semakin tinggi. Setelah menerima donasi dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *