Home Berita Aktual Melalui Dialog Publik, PC ISNU dan PWI Banyuwangi Didik Pengetahuan Politik Rakyat

Melalui Dialog Publik, PC ISNU dan PWI Banyuwangi Didik Pengetahuan Politik Rakyat

132
0

Banyuwangi, NUOB – Bekrjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi, Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Banyuwangi menggelar dialog publik dengan tema “Rakyat Berbicara Bacabup Memdengar” di Hotel Luminor Banyuwangi, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu, 25 Juli 2020.

Ketua PWI Banyuwangi Syaifuddin Mahmud menjelaskan, kegiatan pagi itu menjadi sangat penting bagi masyarakat sebagai edukasi politik menjelang pilkada di Desember mendatang. Rakyat harus kenal dengan calon bupatinya.

“Jangan sampai terjadi rakyat memilih kucing dalam karung ! memilih pemimpin tanpa kenal dengan kiprah perjuangan dan hal penting lainnya,” kata Syaifuddin.

Syaifuddin mengharapkan, lewat forum dialog dalam hal politik rakyat semakin dewasa. “Betul-betul memilih pemimpin ideal tidak melalui praktik-praktik pragmatis,” harapnya.

Secara khusus, Ketua PC ISNU Kabupaten Banyuwangi Abdul Aziz menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran panitia yang telah gotong-royong terlibat dalam berlangsungnya kegiatan.

“Termasuk di dalamnya para tamu undangan dari tokoh agama, ketua partai politik, rektor/akademisi, penyelenggara pemilu, tokoh politik dan undangan lainnya,” kata Aziz.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Banyuwangi H. Ali Makki Zaini menginginkan program kerja ISNU tidak hanya berkutat di bidang keagamaan.

“Lebih jauh, ISNU harus mampu mendengar dan melayani kebutuhan masyarakat secara langsung. Saya ingin, dialog pagi ini tidak hanya sekedar dialog saja,” pesan Gus Makki sapaan karibnya.

Kegiatan dialog tersebut mendapatkan sejumlah apresiasi dari kalangan semua pihak. Salah satu diantaranya Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banyuwangi Maichel Edy Hariyanto angkat apresiasi.

“Forum dialog ini menjadi bagian penting bagi rakyat. Kami ingin wawasan politik rakyat semakin meningkat dan berkualitas dari waktu ke waktu. Tidak terkurung pada besaran uang yang ditawarkan hanya untuk memilih pemimpin,” kata Michael. (sholeh, nuob)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here