Musibah Kekeringan, PCNU Banyuwangi Turun Langsung Bantu Tandon dan Air Bersih

Wongsorejo, NUOB – Dampak musim kemarau yang menyebabkan terjadinya kekeringan, mulai dirasakan warga di tiga desa di Kecamatan Wongsorejo. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ ( PCNU) Banyuwangi mendistribusikan bantuan air bersih ke tiga desa di Kecamatan Wongsorejo yang terdampak kekeringan. Tiga desa tersebut yakni Dusun Pos Sumur, Desa Bengkak; Dusun Pancoran Desa Sidowangi; dan Dusun karangbaru Pal 4, Desa Alasbuluh.

Ketua PCNU Banyuwangi, H.Muhamad Ali Makki Zaini mengatakan, dampak musim kemarau sangat dirasakan warga yang tinggal di tiga desa tersebut. Berdasarkan laporan dari pengurus ranting NU dan MWCNU Wongsorejo, hampir setiap tahun jika musim kemarau tiba warga kesulitan mendapatkan air bersih. Jangankan untuk mandi, dan mencuci. Untuk kebutuhan memasak dan minum warga harus pergi ke tengah hutan untuk mendapatkan air bersih.

“Kami gerakkan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU) untuk menginventarisasi dampak kekeringan ini bersama dengan MWCNU Wongsorejo dan apa solusinya,”ungkap Gus Makki panggilan akrab H.Ali Makki Zaini.

 

Setelah dilakukan kroscek dan inventarisasi persoalan dampak kekeringan tersebut, barulah PCNU melangkah dengan memberikan bantuan berupa tandon air sekaligus air bersih ke tiga desa terdampak bencana kekeringan tersebut.

Bantuan tandon dan air bersih itu dibagikan ke lokasi yang memang sangat membutuhkan yang tersebar di tiga desa terdampak. Selain untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari, air bersih yang disuplai tersebut juga untuk kepentingan ibadah.

“Karena air bersih sulit, otomatis tandon yang ada di Musala juga kosong dan kering. Maka sembari kita membagikan ke warga tandon yang di Musala juga langsung kita isi juga,” jelas Ali Makki.
Dari hasil pendataan, sementara PCNU telah mendistribusikan bantuan berupa 9 tandon air berkapasitas 550 liter dan 7500 liter air bersih.“ Hari ini sudah kita distribusikan, besok juga masih ada 7500 liter air bersih lagi yang akan kita pasok ke Desa Alasbuluh,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Parijatah Kulon, Srono ini.

Sementara itu, penyaluran bantuan tandon dan air bersih ke lokasi terdampak kekeringan disambut gembira warga. Mereka sangat bersyukur mendapatkan bantuan tandon dan air bersih tersebut.

“Setiap tahun kami kesulitan air bersih. Kalau tidak ada air, kami terpaksa menggunakan air sungai untuk memasak dan mencuci pakaian,” ujar Haji Asadur Rofiq, warga Desa Sidowangi.

Pendistribusian tandon dan air bersih di lokasi terdampak kekeringan cukup melelahkan. Betapa tidak, pengurus PCNU bersama dengan pengurus MWCNU harus melintasi jalan sempit, terjal dengan medan naik turun bukit. Penyaluran air bersih yang mulai pukul 15.00 baru selesai pada pukul 20.00 wib. “Akses jalannya sulit dan jauh. Semoga bantuan ini benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandas Ahmad Holili, Ketua MWC NU Wongsorejo. (ddy)

Comments

comments

Check Also

Konferensi MWC NU Tegalsari, Rais Syuriah PCNU: Jangan Ragu Berjuang di NU

Banyuwangi – Rais Syuriah PC NU Kabupaten Banyuwangi Kh. Zainullah Marwan di hadapan ratusan pengurus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *