Wirid Jitu Penakluk Hati Ala Gus Fatah

 

TEGALSARI, NUOB – Di tengah banyaknya gelombang isu perpecahan, perselisihan dan pertengkaran antar masyarakat. tidak ada salahnya jika sedikit kita menepi sebentar. Mencari cinta dan mencari penggenap hati. Seraya ikhtiar dhohir, ikhtiar ala santri kiranya perlu disampaikan.

Bagi kalangan nahdliyin, teknologi mahabbah atau pengasihan  tentu bukan barang baru. Banyak pakar yang mendalami secara khusus warisan para orang pilihan ini. Kali ini, Gus Fatah, santri yang lama mendalami sisi metafisika mencoba berbagi wirid untuk menghilangkan jomblo ini.

Ditemui di kediamannya, pentolan Dzikru Khofi ini mengungkapkan, semua manusia yang memilki hati tentu punya perasaan, baik benci maupun cinta. Bagi orang yang sudah terlatih, maka rasa cinta ata kasih sayang lebih kentara dibandingkan rasa benci. Baik cinta kepada sesama manusia maupun cinta kepada alam semesta.

Berbicara mengenai kasih sayang sesama manusia, penggiat jamasan pusaka yang rutin menggelar acara tersebut di Alas Purwo ini mengungkapkan, secara khusus rasa kasih sayang memang bisa dimunculkan dengan menggunakan wirid. hal ini tidkalain meruoakan kemapuhan dari klaimat-kalimat thayibah yangselamain imenjadi bahan dzikir masyarakat muslim.. ‘’Wirid itu penyemangat jiwa, isinya kalimah thayibah,” ucapnya.

Kepada redaksi NUOB, dia membagikan salah satu mahabbah yang cukup popoler di kalangan santri atau pesantren. Sembari sesekali mengisap asap tembakau di jari kanannya, dia menjelaskan satu persatu urutan melakukan mahabbah. Sebagaimana seorang santri, Gus Fatah menegaskan semua harus diniatkan kepada Allah dan berserah diri. Dan yang terpenting, wirid ini hanya bisa bereaksi jika orangyangmengamalkan sudah balig dan siap membina rumah tangga. ‘’Diniati minta pertolonagn kepada Allah, Gusti yang bisa membolak-balikkan hati manusia,” terangnya.

Berikut tata cara mahabbah yang disampaikan Gus Fatah.

  1. Sebelum memulai amalan diharuskan mandi taubat. Setelah itu, disusul menunaikan salat sunah hajat dua rakaat.
  2. Selesai menunaikan salat, dilanjutkan dengan Duduk bersila sambil membaca shalawat sebanyak tiga kali. Kemudian bacaan tahmid, tasbih masing-masing tiga kali. Dilanjutkan membaca istighfar sebnayak 33 kali. Setelah itu, diteruskan dengan membaca surat Fatihah sebanyak 99 kali. Dan pada bagian ayat “iyyaka nasta’in – إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ dibaca tiga kali sambil membayangkan wajah pujaan hati saat tersenyum.
  3. Lalu lanjutkan ayat Fatihah hingga selesai lalu tiup kain putih yang sebelumnya sudah di tulisi rajah dengan spidol warna merah
  4. Berikut ini rajah yang dimaksudkan ااااا ر ح م ن ااااا ر ح ب م ااااا
  5. Kemudian rajah tersebut olesi dengan minyak wangi lalu simpan dalam botol dan simpanlah ditempat yang aman.

Insyaallah atas ijin Allah, pujaan hati yang dimaksudkan akan siap menjadi pendamping hidup yang istikomah, dalam menjalin keluarga sakinah mawadah warahmah. ”Sak-ampuh-ampuhe wirid ya kudu dilantari megae, silaturahmi kang, ora kena mung wiridan ae,” jelasnya kepada redaksi NUOB yang berkunjung di langgarnya sore itu. (red/jo)

Comments

comments

Check Also

Jabar dan Kewalian Kiai Hamid

Nama lengkapnya Abdul Jabar. Namun, teman-temannya sesama santri di PP. Zainul Hasan Genggong, Probolinggo cukup …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *