• logo nu online
Home Warta Berita Aktual Kabar Nahdliyin Khutbah Badan Otonom Bahtsul Masail Pesantren Ulama NU Opini
Rabu, 22 Mei 2024

Badan Otonom

IPNU IPPNU

PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kabat Gelar Halal Bihalal Temu Alumni

PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kabat Gelar Halal Bihalal Temu Alumni
Pengurus dan alumni IPNU-IPPNU se-kecamatan Kabat foto bersama usai acara Halal Bihalal
Pengurus dan alumni IPNU-IPPNU se-kecamatan Kabat foto bersama usai acara Halal Bihalal

NUOB, Banyuwangi 

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabat atau yang akrab disapa Prabu Tawangalun II menggelar acara Halal Bihalal Temu Alumni pada Ahad, (21/05).

Acara yang bertempat di Balai Desa Pakistaji ini mengusung tema "Myakne Seng Kepaten Obor". Makna kias dari tema tersebut adalah harapan agar obor; semangat yang telah dihidupkan sejak dulu tidak mati.

Sesuai konsepnya yakni temu alumni, acara pada pagi itu tidak hanya dihadiri pengurus PAC dan anggota Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Ranting (PAR), dan Pimpinan Komisariat (PK) se-Kecamatan Kabat saja. Tetapi juga dihadiri para demisioner pengurus PAC dan alumni IPNU-IPPNU di wilayah Kabat. Konsep acara seperti ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh PAC IPNU-IPPNU

Ketua panitia, Khulafaur Rasyidin menyampaikan terima kasih kepada para demisioner, alumni dan seluruh rekan-rekanita yang telah hadir. Tak lupa ia juga berterima kasih kepada jajaran kepanitiaan yang telah bekerja keras mensukseskan acara.

"Semoga acara ini dapat menyambung tali silaturahmi antar anggota, bahkan hingga lintas periode," ungkapnya. 
         

Terhitung ada enam orang yang memberi sambutan pada acara tersebut, yaitu Mukhlis, perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabat; Abdul Hayyi, perwakilan alumni IPNU; Rohimah, perwakilan alumni IPPNU; Imam Mutaji, Demisioner Ketua PAC IPNU Kabat (2018-2020) sekaligus Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Banyuwangi; Siti Mutmainah, Demisioner Ketua PAC IPPNU Kabat (2018-2020); dan Ahmad Ramdani Lubis, Ketua PAC IPNU Kabat.

Dalam sambutannya, Mukhlis berkata bahwa istilah "halalbihalal" hanya ada di Indonesia. Ia menceritakan secara historis bagaimana awal mula munculnya istilah dan budaya itu. "Halalbihalal bermula dari ide KH. Wahab Hasbullah saat didatangi Presiden Soekarno yang mengkhawatirkan terjadinya perpecahan di Indonesia karena masing-masing wilayah ingin merdeka sendiri," begitu kurang lebih ujarnya. Dari sini terdapat bukti akan begitu besarnya peran NU dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Lebih lanjut beliau juga berpesan khususnya kepada pengurus untuk tetap ikhlas berjuang di NU meski tidak mendapat bayaran. Masalah rezeki, di Quran ada janji Allah kepada orang yang bertakwa, yakni "Min haitsu la yahtasib" yang berarti "(rezeki) dari arah yang tidak disangka-sangka".

Satu lagi, beliau juga menekankan pentingnya peran pemuda terhadap bangsanya. "Generasi muda adalah khoiru ummah. Kebaikan bangsa ini (tergantung) berada di atas pundak mereka," tuturnya.

Selanjutnya, Abdul Hayyi, mewakili rekan-rekan alumni IPNU se-kecamatan Kabat juga menyampaikan sambutannya. Tak jauh berbeda, ia juga menekankan seberapa penting berkhidmah di NU dengan jaminan-jaminan yang telah para masyayikh katakan. Dulu Kyai Raden Asnawi Kudus pernah berkata, "Kalau ada orang ngurusi NU hidupnya masih sulit bilang ke saya,". Hal ini seolah beliau yakin sepenuhnya bahwa tidak akan ada seorang yang khidmah kepada NU sedang hidupnya masih susah.

Mendukung hal tersebut, Rohimah, perwakilan alumni IPPNU, juga berkata, "Berkahnya berjuang di NU tidak ada yang disia-siakan oleh Allah. (Prinsip yang benar adalah): bukan kita hidup dari organisasi, tapi bagaimana kita menghidupkan organisasi," tutur perempuan asal Desa Pakistaji itu.

Ia juga menceritakan bagaimana perjuangannya dulu di awal saat berusaha mendirikan ranting di desa-desa yang belum memilikinya. Syukur saat ini, dari 14 desa yang ada di Kecamatan Kabat, 12 darinya sudah memiliki ranting IPNU & IPPNU, tersisa dua yang belum.

Imam Mutaji, Ketua PC IPNU Banyuwangi yang sekaligus Demisioner Ketua PAC IPNU Kabat (2018-2020), berpesan kepada kepengurusan kali ini untuk segera mendirikan PR IPNU-IPPNU di dua desa tersebut mengingat fokus program PC IPNU Banyuwangi di semester kali ini adalah "Rantingisasi", setelah sebelumnya "Komisariatisasi".

Menimpali hal tersebut, Ahmad Ramdani Lubis, Ketua PAC IPNU Kabat, melaporkan bahwasannya saat ini timnya telah menemukan penggerak di masing-masing desa tersebut. Ia berharap PAC IPNU-IPPNU Kabat terus berupaya mencetak kader yang lebih baik secara kualitas dan kuantitasnya.

"Terima kasih kepada para demisioner dan alumni yang telah menyempatkan hadir. Selain untuk silaturahmi, tujuan kami mengadakan acara seperti juga agar kami bisa meneladani lebih banyak perjuangan para senior," pungkasnya (Red/Hiz). 


Editor:

Badan Otonom Terbaru